Karyawan Google Gelar Aksi Mogok Kerja - INDONESIA One

Sabtu, 03 November 2018

Karyawan Google Gelar Aksi Mogok Kerja

Karyawan Google Gelar Aksi Mogok Kerja


INDONESIA ONE ■ Karyawan Google di seluruh dunia melakukan serangkaian mogok kerja. Aksi tersebut sebagai bagian dari  protes mereka atas perlakuan perusahaan terhadap kaum wanita.

Menurut BBC, Kamis (1/11) Para karyawan menuntut beberapa perubahan besar, dalam hal ini soal penanganan tuduhan pelanggaran seksual di lingkungan perusahaan. Termasuk kebebasan bagi karyawan dalam hal ini korban pelecehan seksual, untuk menuntut.

Menanggapi masalah tersebut, Kepala Eksekutif Google Sundar Pichai menyatakan dirinya mendukung hak karyawan untuk mengambil tindakan, ketika pelanggaran menimpa mereka di lingkungan kerja.

“Saya paham akan kemarahan dan kekecewaan yang kalian rasakan. Saya juga demikian dan saya juga berkomitmen membawa masalah yang telah berlangsung terlalu lama di masyarakat kita dan termasuk di Google juga,” kata Pichai dalam surat elektronik yang dikirimkan ke semua karyawan Google.

Perlu diketahui, perusahaan yang dibangun Larry Page dan Seryey Brin itu, tengah berada dalam sorotan dunia. Itu terkait pesangon senilai 90 juta dolar AS, kepada salah satu eksekutif Google, yang memutuskan untuk meninggalkan perusahaan tersebut terkait dengan skandal sensitif.

Andy Rubin, pria yang menciptakan sistem operasi Android kenamaan, terlibat dalam skandal seksual di dalam lingkungan kerja perusahaan yang berbasis di Mountain View, California itu. Rubin menyangkal tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Pada hari Selasa lalu, eksekutif Google lainnya, kali ini dari laboratorium penelitian Google,  juga mengundurkan diri. Richard DeVaul dituding melakukan perbuatan yang tidak sepatutnya dilakukan, terhadap seorang pelamar kerja wanita. DeVaul sendiri dikabarkan belum bersedia berkomentar semenjak pengunduran dirinya.

Di luar keduanya, setidaknya terdapat 48 karyawan lainnya yang telah diberhentikan karena terlibat dalam kasus pelecehan seksual. Namun yang membedakannya, mereka diberhentikan tanpa menerima sepeser pun uang pesangon.

Para karyawan yang terlibat dalam aksi mogok kerja hari Kamis ini, akan meninggalkan catatan di meja kerja mereka, yang bertuliskan, “Saya sedang tidak di meja saya karena saya berjalan keluar dengan para Googler dan kontraktor lain untuk memprotes aksi pelecehan seksual, pelanggaran, kurangnya transparansi, dan budaya tempat kerja yang tidak adil bagi sebagian orang. ”

Tidak hanya itu, mereka juga menyampaikan beberapa tuntutan yang ditujukan pada manajemen Google. Beberapa di antaranya adalah komitmen untuk mengakhiri kesenjangan gaji dan kesempatan kerja, laporan transparansi pelecehan seksual yang dipublikasikan pada publik, proses yang jelas, seragam, inklusif secara global untuk melaporkan perilaku seksual yang salah secara aman dan anonim, dan beberapa lainnya. (Sumber: JPNN/BBC)

BERITA LAINNYA

loading...

BERITA TERBARU

© Copyright 2017 INDONESIA One | All Right Reserved