Hasil 1000 Titik Kunjungan Sandiaga: Atmosfir Bathin Rakyat Indonesia Saat Ini Inginkan Perubahan - INDONESIAOne.ID

Selasa, 08 Januari 2019

Hasil 1000 Titik Kunjungan Sandiaga: Atmosfir Bathin Rakyat Indonesia Saat Ini Inginkan Perubahan

 Hasil 1000 Titik Kunjungan Sandiaga: Atmosfir Bathin Rakyat Indonesia Saat Ini Inginkan Perubahan


INDONESIAOne.ID ■ Kandidat Cawapres Sandiaga Uno  kemarin mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ibtida Al Malibar di Tangerang, Banten. Kunjungan Sandiaga ini merupakan yang ke 1.000 setelah ditetapkan sebagai Cawapres.

“Alhamdulillah, pada hari ini tanggal 6 Januari 2019 pukul 22.00 WIB saya bisa menyelesaikan titik kunjungan yang ke-1000 selama sosialsisasi, menyapa warga menangkap aspirasi silaturahim dan melihat kondisi terkini bangsa kita,” kata Sandiaga di Ponpes Darul Ibtida Al Malibar, Buaran Mangga, Tangerang, Banten, Minggu (6/1/2019).

Selain bertemu para santri, Sandiaga juga bersilaturahmi dengan KH Syueb Senopati. Cawapres nomor urut 02 itu berharap kunjungan kali ini dapat mempererat silaturahmi.

“Pada kesempatan ini Desa Pakuhaji di Ponpes Darul Ibtida kami bisa bersilaturahim dengan Pak Ustadz Syueb Senopati. Dan tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini karena saya hanya berencana untuk sujud syukur, setelah shalat isya di Masjid Baitul Mukminin. Ternyata di acara, oleh Pak Kiai Syueb Senopati saat pembacaan Surat Yasin,” ujar Sandiaga.

“Ya, tentunya ini rasa syukur kita dan kita berharap bahwa bukan hanya sosialsisai yang kita lakukan selama 1.000 titik kunjungan. Tapi juga bagaimana silaturahim memperkuat ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniah kita dan juga silaturahim, insha Allah membawa perbaikan ekonomi bagi bangsa kita,” imbuhnya.

BACA JUGA: Cara Selamatan Untuk Bayi Yang Baru Lahir 

Sandiaga lalu sedikit menceritakan perjalanan kunjungan sampai saat ini. Dia melihat ada fenomena baru, di mana dalam setiap kunjungan tidak hanya menyerap aspirasi rakyat, tetapi juga merasakan bagaimana partisipasi dari rakyat.

“Dalam sosialisasi ini saya melihat ada satu fenomena baru, di mana dulu masyarakat datang hanya untuk disawer, tapi sekarang saya semakin lihat bahwa banyak sekali datang dengan antusias malah menyumbangkan segenap nafkahnya untuk membantu perjuangan juga menaruh harapan-harapan seperti surat yang saya terima di titik 999 di Pesantren Almusariah,” papar Sandiaga.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu ingat dengan pesan-pesan yang disampaikan melalui surat yang ia dengar saat berkunjung ke Pesantren Almusariah. Di mana surat tersebut menyampaikan tentang harapan perbaikan hidup ke arah yang lebih baik.

BACA JUGA: Sejak Program OKE OCE Diluncurkan, BPS DKI Sebut Tingkat Pengangguran di Jakarta Turun 0,90 poin 

“Sebuah surat yang sampaikan ibu wali dari santri yang mengharapkan biaya hidup diturunkan termasuk harga bahan pokok, kesehatan, pendidikan. Itulah yang jadi amanah buat Prabowo-Sandi sandi ke depan,” jelasnya.

Sandiaga kembali menegaskan cita-citanya bersama capres Prabowo Subianto. Dia menegaskan perbaikan ekonomi menjadi fokus utama Prabowo-Sandiaga jika berhasil memenangi Pilpres 2019.

Sandiaga menuturkan, cita-cita memperbaiki ekonomi rakyat Indonesia selalu terngiang dalam setiap kunjungan. Begitu pula dengan kunjungan ke-1.000 ini, lanjut Sandiaga, semangat tersebut kembali menjadi inspirasi.

“Dan tentunya kami berharap misi kita membawa Indonesia adil makmur, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur dan juga kita menginginkan ada perbaikan ekonomi, fokus daripada pemerintahan Prabowo-Sandi adalah menciptakan pemerintahan kuat dengan pola kepemimpinan yang tegas untuk menghadirkan solusi yang berpihak kepada rakyat,” terang Sandiaga.

“Solusi kita harus hadir untuk meringankan ekonomi masyarakat, khususnya menciptakan lapangan kerja dan menghadirkan biaya hidup terjangkau. Itulah esensi dari 1.000 titik kunjungan yang sudah kita lalui beberapa bulan ini semoga mendapat berkah dan keridaan Allah SWT,” sambungnya. (PAS/08)



Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2017 INDONESIAOne.ID | All Right Reserved