Bagai Film Renegades, Aksi Kapolres Lumajang Meredam Gejolak Warga Desa Jarit Jadi Buah Bibir - INDONESIA One

Kamis, 21 Februari 2019

Bagai Film Renegades, Aksi Kapolres Lumajang Meredam Gejolak Warga Desa Jarit Jadi Buah Bibir

  Bagai Film Renegades, Aksi Kapolres Lumajang Meredam Gejolak Warga Desa Jarit Jadi Buah Bibir


INDONESIAOne.ID ■ Masih ingat film Renegades? Sebuah film Prancis-Jerman produksi tahun 2017 bergenre thriller-aksi yang disutradarai oleh Steven Quale itu pernah trending selama 6 bulan di Indonesia.

Film yang digarap oleh Luc Besson dan Richard Wenk, tentang Navy SEALs yang menemukan harta karun yang tersembunyi di sebuah danau Bosnia itu memang cukup populer.

Saking terkenalnya, generasi milenial kerap mereviuw film ini. Lalu apa hubungannya dengan Kapolres Lumajang? Adalah netizen bernama RinaUtma_07 yang memposting dalam akun Instagramnya. "Nich kenalin Polisi Ganteng GW, mirip ya ama actor Film Renegades' Postingan ini pun kemudian disisipi beberapa slot foto. Tak ayal, dalam hitungan menit postingan ini jadi buah bibir dan mendapat 411 komentar dari rekan-rekan Rina.

Menurut komunitas "Arek Milenial Jatim" itu, aksi Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban saat berkendara dengan trail kemarin, gayanya mirip banget dengan salah satu scene dalam adegan film tersebut.

Seperti diwartakan sebelumnya, Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban kemarin memimpin anggotanya untuk mengecek jalur tambang sekaligus meredam gejolak warga Desa Jarit, Kecamatan Candipuro atas penutupan jalur tambang.

Aksi warga yang menutup jalan desa tersebut, sempat mendapat intimidasi dari para sopir yang menginginkan jalan dibuka.

Kapolres dan rombongan yang terdiri dari kendaraan trail, mobil dan juga truk ini, pada Rabu (20/2) sore kemarin, mendatangi warga Desa Jarit yang memiliki portal untuk memblokade akses bagi armada penambang pasir.

Sempat terjadi diskusi kecil antara Kapolres dengan warga. Kapolres pun mengatakan bahwa tak ada truk yang boleh melewati portal tersebut.

Kapolres mengatakan kepada warga bahwa jalan Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, sudah tak boleh dilalui oleh armada atau truk penambang pasir.

“Saya sebagai Kapolres di sini, menegaskan bahwa jalan tak boleh dilalui oleh truk pasir satupun. Jika memang ada truk yang berani melintas, silahkan lapor ke saya. Atau ke pihak Polsek Candipuro,” kata Arsal di depan warga yang didominasi ibu-ibu tersebut.

Rombongan pun melanjutkan menuju ke areal penambangan pasir. Kapolres sempat berdiskusi dengan sopir truk yang merasa dirugikan dengan penutupan jalan desa tersebut.

“Saya sangat memaklumi perasaan bapak-bapak di sini. Namun demikian, bapak-bapak harus menyadari bahwa penutupan jalur ini, juga untuk kebaikan bersama,” katanya.

Menurut Kapolres, pihak Pemerintah Kabupaten Lumajang sudah berjanji dalam waktu tak sampai dari tiga minggu, akses khusus jalur armada truk pasir sudah rampung. Karenanya, diminta agar para sopir lebih bersabar.

“Kedua belah pihak sudah mendapat jalan keluarnya. Bapak Bupati sangat perhatian, supaya jalan khusus untuk armada tambang bisa segera selesai. Tolong hargai upaya Pemerintah Kabupaten Lumajang yang sudah berusaha membuatkan jalan. Jadi, hanya butuh bersabar sebentar,” pungkas Kapolres ■ SDON / GOES / Gehaes BST


BERITA LAINNYA

BERITA TERBARU

© Copyright 2017 INDONESIA One | All Right Reserved