Dibohongi Deklarasi Jokowi-Ma’ruf, Ponpes Sulalatul Huda Tasikmalaya Pasang Spanduk Prabowo - INDONESIA One

Kamis, 07 Februari 2019

Dibohongi Deklarasi Jokowi-Ma’ruf, Ponpes Sulalatul Huda Tasikmalaya Pasang Spanduk Prabowo

 Dibohongi Deklarasi Jokowi-Ma’ruf, Ponpes Sulalatul Huda Tasikmalaya Pasang Spanduk Prabowo


INDONESIAOne.ID ■ Pondok Pesantren Sulalatul Huda Paseh Kota Tasikmalaya merasa dibohongi dalam Deklarasi Ulama se-Kota Tasikmalaya Mendukung Paslon Nomor Urut 01 Jokowi-Ma’ruf.

Pangkal mulanya acara itu bertajuk sosialisasi ekonomi syariah, tapi praktiknya menjadi deklarasi dukungan.

“Ya kami keberatan kalau acaranya begini. Kami sebagai keluarga sangat keberatan karena kami mendukung Prabowo-Sandi bukan Jokowi-Maruf,” ujar salah satu putra pendiri pesantren, Silmi Abdussalam, seperti dilansir Sindonews, Selasa (5/2).

Karenanya hanya dalam hitungan detik spanduk deklarasi Jokowi-Ma’ruf langsung dicopot dan diganti dengan dukungan ke Prabowo-Sandi.

Menurut Silmi, setelah deklarasi dukung Jokowi-Ma’ruf juga langsung dipasang spanduk Paslon 02 Prabowo-Sandi di gerbang pesantren, termasuk di dalam pesantren. Hal ini, sebagai penegasan bahwa Pondok Pesantren Sulalatul Huda Paseh tidak ke Jokowi-Ma’ruf.

“Kalau soal insiden yang teriak-teriak Prabowo dan menurunkan spanduk karena kami merasa terjebak. Pasalnya spanduk awal tentang sosialisasi ekonomi syariah tapi mendadak ditutup dengan spanduk dukungan serta pihak keluarga tidak tahu ada deklarasi Jokowi-Ma’ruf,” ucapnya

Padahal, di pesantren tersebut sebelumnya dilakukan Deklarasi Ulama se-Kota Tasikmalaya Mendukung Paslon Nomor Urut 01 Jokowi-Ma’ruf yang dipimpin Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman.

Bahkan, pembacaan doa pun dilakukan Pengurus Pesantren Sulalatul Huda yakni KH Aminudin Bustomi yang juga menantu dari pendiri pesantren Almarhum KH Didi Abdul Majid, ulama terkenal di Kota Tasikmalaya.

Maka, kata Silmi, sangat wajar kalau keluarga bereaksi karena merasa dibohongi. “Di susunan acara juga tak ada itu deklarasi, yang ada sosialisasi ekonomi syariah,” ujarnya.

Deklarasi Ulama se-Kota Tasikmalaya itu sempat menghebohkan publik. Sebab, dalam video yang viral di media sosial itu ada teriakan ‘Prabowo’ serta penurunan spanduk deklarasi.

Sementara Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum maupun Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman memilih bungkam ketika ditanya. (indonesiainside)




BERITA LAINNYA

loading...

BERITA TERBARU

© Copyright 2017 INDONESIA One | All Right Reserved