Elektabilitas Prabowo Kejar Petahana, Selisih Cuma Satu Digit - INDONESIA One

Sabtu, 09 Februari 2019

Elektabilitas Prabowo Kejar Petahana, Selisih Cuma Satu Digit

  Elektabilitas Prabowo Kejar Petahana, Selisih Cuma Satu Digit


INDONESIAOne.ID ■ Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandiaga mengklaim bahwa elektabilitas Prabowo semakin mengejar calon inkumben Joko Widodo (Jokowi) dengan selisih satu digit.

Untuk itu, tim akan  terus menggarap potensi pendulangan suara di Jawa Tengah.

"Selisihnya secara nasional tinggal satu digit," kata juru bicara tim Prabowo - Sandiaga, Dahnil Azhar Simanjuntak, di Karanganyar, Jum'at 8 Februari 2019.

Menurut Dahnil, elektabilitas Prabowo sudah unggul di Sumatra dan Sulawesi. "Demikian pula dengan Banten dan Jawa Barat," katanya yakin.

Saat ini mereka tengah fokus menggarap Jawa Tengah yang dikenal sebagai kandang banteng. "Untuk battle ground kami di Jawa Tengah."

Kubu Prabowo, tutur Dahnil, menggarap wilayah Jawa Tengah dengan memperbanyak posko dan kegiatan kampanye. Bahkan, mereka juga membuat kantor pusat BPN Prabowo-Sandi di Solo.

Adapun untuk Jawa Timur, Dahnil mengaku memang harus bekerja keras. "Tapi jangan lupa di Jawa Timur ada sosok SBY (Sosilo Bambang Yudhoyono)," katanya. Menurutnya saat ini SBY juga sudah bergerak untuk menggarap provinsi tersebut.

Juru bicara BPN yang lain, Ferry Juliantono, meyakini elektabilitas Jokowi telah turun hingga di angka 4 persen di Jawa Tengah. "Secara seimbang, elektabilitas Prabowo naik dengan persentase yang sama," kata Ferry.

Sedangkan undecided voters masih tetap stagnan di angka 17%-20%. Dia meyakini elektabilitas Prabowo - Sandi masih akan terus naik hingga menjelang pemilihan. "Saya yakin akan bisa crossing melampaui petahana," katanya yakin.

Sementara itu, Juru debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Dian Islamiati Fatwa, tak ambil pusing dengan hasil sigi teranyar beberapa lembaga survei yang menyebut elektabilitas jagoannya tertinggal jauh dengan pasangan calon Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin.

Sebagaimana diketahui pada Kamis, 7 Februari 2019, LSI Denny JA merilisi sigi yang menyatakan selisih elektabilitas Prabowo tertinggal 20% dari Jokowi.

Menurut Dian, lembaga survei tersebut tidak independen. "Masalahnya begini, itu kan semuanya sudah dibayar. Prabowo itu enggak akan mungkin bisa bayar survei-survei itu, karena semua sumber kami dimatikan," kata Dian saat dihubungi.

Kemarin, hasil sigi teranyar beberapa lembaga survei seperti LSI Denny JA dan Populi Center menemukan elektabilitas Jokowi - Ma'ruf masih terpaut sebanyak dua digit dengan Prabowo - Sandiaga.

Dalam survei LSI, elektabilitas Jokowi - Ma'ruf berada pada angka 54,8%, sedangkan Prabowo - Sandi 31%. Hasil yang tak terlalu berbeda juga ditemukan dalam survei Populi Center, di mana elektabilitas Jokowi - Ma'ruf di angka 54,1% dan Prabowo-Sandi 31%.

Sumber : Tempo.co

BERITA LAINNYA

BERITA TERBARU

© Copyright 2017 INDONESIA One | All Right Reserved