Kades di Purwakarta Sebut DM Janji Akan Bayar Tunggakan Siltap Sebelum Coblosan Pemilu, Ada Apa? - INDONESIA One

Kamis, 21 Februari 2019

Kades di Purwakarta Sebut DM Janji Akan Bayar Tunggakan Siltap Sebelum Coblosan Pemilu, Ada Apa?

Kades di Purwakarta Sebut DM Janji Akan Bayar Tunggakan Siltap Sebelum Coblosan Pemilu, Ada Apa?


INDONESIAOne.ID ■ Sejumlah Kades yang ikut dalam acara Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) dengan Dedi Mulyadi, kemarin di Plaza Hotel menuturkan, Dedi saat itu diduga meminta dukungan politik dan menjelaskan soal tunggakan Siltap.

“Cuma kami ini sudah muak. Semua forum kedinasan dijadikan forum politik. Kami bukan kambing congek, yang mau di gini dan dibegitukan. Ini bukan dinasti. Ini pemerintahan,” jelas Kades yang enggan disebutkan jati dirinya kepada newspurwakarta .com, hari ini (21/2).

Pada forum itu, masih menurut Kades itu, DM juga menjelaskan soal tunggakan Siltap. “Anda jangan khawatir tunggakan Siltap yang dua bulan. Itu pasti akan dibayar sebelum (coblosan) Pemilu,” jelas Dedi di hadapan para kades.

Sebelumnya, dilaporkan bahwa para kades ingin menggeruduk Bupati untuk mempertanyakan Siltap yang belum dibayar selama dua bulan pada 2019.

Kades itu mengaku aneh dengan sikap Dedi Mulyadi. “Urusan Siltap, kenapa mesti dikaitkan dengan misi pribadinya. Siltap itu hak kami, dan kewajiban kami sebagai aparat desa sudah kami tunaikan. Mestinya dibayar dong tepat waktu. Kondisi ini sangat merepotkan kami,” jelas Kades itu.

Menurutnya, Purwakarta itu bukan milik Dedi Mulyadi. Purwakarta, milik warga Purwakarta semuanya.

“Kami sudah muak. Beberapa acara selalu dibuat momen politik. Kan ini menyalahi. Dan kami bukan kambing congek yang selalu diini-itukan,” katanya dengan nada kesal.

Ia menegaskan, Purwakarta bukan kerajaan. “Saya kades asli Purwakarta, lahir di Purwakarta dan saya sangat mencintai Purwakarta. Dan Purwakarta bukan kerajaan,” ujarnya.

Kades lain, juga membenarkan kalau di forum itu Dedi Mulyadi minta dukungan sebagai Caleg DPR RI dan menjelaskan soal Siltap.

Sebelumnya, di acara pertemuan Kades se Purwakarta yang difasilitasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, DM sempat mengusir wartawan sambil marah-marah. Kejadian itu disayangkan oleh banyak pihak.

Sementara itu, Dedi Mulyadi saat dikonfirmasi guna klarifikasi melalui sms tidak merespon pertanyaan reporter. Dedi Mulyadi diam saja ketika ditanya, apakah benar dia minta dukungan politik kepada kades-kades di forum itu. (sumber: NP).



BERITA LAINNYA

BERITA TERBARU

© Copyright 2017 INDONESIA One | All Right Reserved