Satu Keluarga di Padang Masuk Islam, Setelah Mendengar Suara Adzan - INDONESIA One

Minggu, 17 Februari 2019

Satu Keluarga di Padang Masuk Islam, Setelah Mendengar Suara Adzan

  Satu Keluarga di Padang Masuk Islam, Setelah Mendengar Suara Adzan


INDONESIAOne.ID ■ Walikota Padang, Mahyeldi Ansarullah membimbing pengucapan kalimat syahadat oleh satu keluarga nonmuslim asal Nias, yang telah tergerak hatinya untuk memeluk agama Islam.

Foo Mose sang kepala keluarga, diserta istrinya Tisnowati dan kedua orang anak mereka Haropal (8 tahun) dan Halimahtussadiyah (2 bulan) di-Islamkan sesudah shalat Isya berjamaah, di Mushalla Al-Islah Komplek Perumahan Kehutanan Villa Idaman RT.08 RW 01, Kelurahan Gunuang Sarik, Kecamatan Kuranji Kota Padang, Sabtu (16/2/2019).

Setelah selesai dilaksanakan ucapan kalimat sahadat Walikota Mahyeldi memberikan wejangan khusus kepada Foo Mose dan istrinya untuk lebih mendalami agama Islam.
Sesungguhnya, pertemuan antara satu dengan yang lainnya serta jodoh dan maut adalah kehendak Allah dan atas se izin Allah.

"Baik rezeki seseorang itu Allah yang menentukan, maka yakinlah bahwa Allah itu maha mengetahui. Allah yang disembah harus  diyakini bahwa Allah itu menciptakan seluruh jagad raya ini. serta yang berkuasa diatas bumi dan langit adalah Allah. Bukan manusia yang berkuasa, tetapi yang berkuasa itu adalah Allah," kata Mahyeldi.

Dalam petuahnya, Mahyeldi memberikan contoh. Ketika manusia berjalan untuk mengayunkan langkahnya sekiranya kaki kanan didepan tangan yang mana ikut kedepan pasti tangan kiri, sekiranya sama pasti tidak enak tubuh ini.

"Oleh karena itu, Allah menciptakan manusia seperti ini. Ketika kaki kiri kedepan, maka tangan kanan kedepan, maka  Allah memberikan keseimbangan kepada manusia begitu juga kepada makluk lainya di bumi ini. Begitu besarnya ciptaan Allah," imbuh Walikota.

Pada bagian lain, Mahyeldi memberikan contoh lagi, seperti rambut di kepala dengan alis mata. Sejak manusia lahir sampai dewasa rambut sering di potong kenapa alis mata tidak pernah dipotong, padahal tumbuhnya sama sejak lahir oleh karena itu Allah yang mengatur.

"Makanya, Allah selalu mengajak untuk mengerjakan shalat dan menjauhi larangannya serta minta tolong dan bermohon untuk memberikan rezeki yang halal, dan hanya Allah yang berkuasa sepenuhnya. untuk itu beribadahlah kepada Allah yang mencipta manusia. Kemudian yakini bahwa  Al,Quran itu petunjuk serta pedoman bagi umat Islam," pungkas Mahyeldi.

Untuk itu kepada pengurus mushala Al Ishlah serta masyarakat di komlek perumahan kehutanan ini untuk menjadikan Foo Mose dan kelurganya menjadi keluarga kaum muslim yang baik, dan berikan bimbingan tentang keagamaan secara Islam.

"Ajarkan cara  berwudhu yang benar, shalat yang benar dan membaca Al'Quran yang benar serta larangan yang tidak dikehendaki oleh Allah, menurut ajaran agama Islam," kata Mahyeldi.

Sementara itu, menurut pengakuan Foo Mose, sebelumnya menganut agama kristen. Apabila mendengar suara Adzan sangat bergetar hatinya, ketika berkumandang suara adzan yang dilantunkan oleh muazin di mushalla Al Ishlah ketika masuknya waktu shalat.

"Apalagi ketika adzan subuh hati ini bergetar, jiwa ini tenteram dan ada rasa nyaman mendengar adzan," kata Foo Mose.

Begitu juga dengan Haropal, anaknya Foo Mose yang laki-laki, setiap shalat Jumaat selalu minta izin kepada bapaknya untuk  melaksanakan shalat jumaat, ungkap Khalil, salah seorang tetangga Foo Mose.

Setelah dibimbing secara Islam, Walikota Padang Mahyeldi Ansarullah langsung mengganti nama Foo Mose menjadi Muhamad Fauzi Islah. arti dari nama tersebut adalah Fauzi menang dan Islah perbaikan dan damai.

Tampak hadir dalam acara ritual ini, Hj.Asneli Bahar dan anggotata DPRD Kota Padang Zulhardi Z Latif dari Fraksi Golkar. (rls/ Diskominfo)



BERITA LAINNYA

BERITA TERBARU

© Copyright 2017 INDONESIA One | All Right Reserved