Buntut Ricuh Gibas vs Barak di Karawang, Warga Minta Kafe Eva Telagasari Ditutup - INDONESIA One

Selasa, 05 Maret 2019

Buntut Ricuh Gibas vs Barak di Karawang, Warga Minta Kafe Eva Telagasari Ditutup

Buntut Ricuh Gibas vs Barak di Karawang, Warga Minta Kafe Eva Telagasari Ditutup


INDONESIAOne.ID ■ Buntut perseteruan antara LSM Gibas dan LSM Barak Indonesia di Karawang pada hari Minggu (03/03/2019) yang mengakibatkan markas LSM Barak Indonesia hancur karena diamuk oleh puluhan orang bermotor yang diduga sebagai anggota LSM Gibas masih berlanjut.

Pasalnya, warga kini menuntut pihak Satpol PP dan aparat berwenang agar meninjau ulang status perizinan Kafe Eva Telagasari yang kerap menjadi pemicu keributan antar ormas tersebut.

"Ribut antar Ormas di Kafe tersebut bukan kali ini saja terjadi. Jauh sebelumnya, peristiwa yang sama juga pernah terjadi. Hanya saja selama ini masyarakat diam," kata Kang Asep, warga setempat, hari ini. (04/03).

Menurut Kang Asep, persoalan yang sering menimbulkan ribut di lokasi kafe itu tidak saja soal rebutan cewek PL (Pemandu Lagu).

"Mungkin ada faktor bisnis, bisa soal distribusi Miras, Uang Jago atau jatah preman yang selama ini tak diungkap. Cobalah, bapak-bapak yang ada di Dewan dan Satpol PP Karawang agar meninjau lagi izinnya. Banyak maslahat atau mudharatnya buat rakyat kecil? Jangan menunggu ada korban jiwa baru ditutup," tegas Kang asep.

Sebelumnya, Kapolsek Karawang Kota, Kompol Iwan mengatakan markas LSM Barak Indonesia dirusak oleh oknum yang diduga anggota LSM Gibas, yang marah karena tidak bisa bertemu dengan Ketua LSM Barak Indonesia, D.Sutedjo.

Mereka merusak baliho dan plang yang ada di Markas LSM Barak Indonesia. “Kemarin malam sudah terjadi perusakan Markas LSM Barak Indonesia,” kata Kapolsek kepada Portaljabar.net, Senin, (04/03/2019).

Buntut perusakan itu kedua Ormas nyaris baku hantam. Beruntung pihak kepolisian bisa menguasai situasi sehingga hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.

“Keributan antara dua kubu belum terjadi, dapat kita lerai,” imbuhnya.

Menurut Kapolsek, penyebab dari upaya bentrokan ini terjadi karena persoalan sepele yaitu rebutan Pemandu Lagu (PL) di Kafe Eva Telagasari yang juga menyediakan dengan bebas berbagai jenis miras kepada konsumen. Saat itu oknum anggota LSM Barak marah karena PL langganannya dipakai oleh oknum anggota LSM Gibas.

“Pemicunya gara-gara di Kafe Eva Telagasari, dan diantara kedua belah pihak sudah melakukan Laporan Polisi,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Trantibum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Dadang Taufik, saat dikonfirmasi awak media hingga malam tadi belum dapat tersambung.

Informasi yang diperoleh, sejumlah warga tengah koordinasi dengan pengurus RT-RW dan kecamatan guna menyampaikan nota peninjauan ulang atas izin kafe tersebut. (R-007)

BERITA LAINNYA

BERITA TERBARU

© Copyright 2017 INDONESIA One | All Right Reserved