Komnas Perlindungan Anak akan Investigasi Kasus Pedofilia di Bali - INDONESIA One

Selasa, 12 Maret 2019

Komnas Perlindungan Anak akan Investigasi Kasus Pedofilia di Bali

    Komnas Perlindungan Anak akan Investigasi Kasus Pedofilia di Bali


INDONESIAOne.ID ■ Komisi Nasional Perlindungan Anak sebagai lembaga independen akan melakukan invetigasi guna membongkar dan memberikan pertolongan  bagi anak yang menjadi korban kejahatan seksual pedofilia di Bali.

Demikian hal tersebut disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak dalam acara Dialog Anak Indonesia yang disiarkan Komnas ANAK TV, Senin 11/03.

"Oleh sebab itu, untuk tidak memunculkan fitnah atau menghukum orang yang belum tentu bersalah serta untuk menemukan kepastian hukum atas dugaan kejahatan seksual yang diduga dilakukan AIU pengeolah Ashram GIU di Klungkung Bali,  Komnas Anak sebutan lain Komnas Perlindungan Anak bersama POKJA Perlindungan Anak Bali dan Relawan Sahabat Anak Indonesia wIlayah Bali, segera melanjutkan dan meneruskan investigasi  pencarian fakta guna mengumpulkan kepastian informasi dari berbagai nara sumber  yang dapat dipercaya dan dari mantan penghuni dan pengelolah Ashram GI dan dari tokoh-tokoh masyarakat untuk dijadikan bukti hukum sebagai fakta pelaporan ke Polda Bali sambil menunggu kepulangan AIU dari Indian yang didapat informa kepulangannya di pertengahan Maret ini", kata Arist Merdeka.

Arist menekankan bahwa Komnas Perlindungan Anak sebagai sahabat Anak Indonesia khususnya bagi anak-anak korban tidak akan pernah mundur dan menyerah untuk menumbangkan segala bentuk kejahatan terhadap anak dan menegakkan kebenaran atas kasus dugaan kejahatan seksual terhadap anak dimanapun, termasuk dugaan kejahatan seksual dalam bentuk "paedofilia" yang patut diduga terjadi di Bali".

"Bagi saya tidak ada kata kompromi dan tawaran damai apalagi "masuk angin" atas kejahatan luar biasa ini," pungkasnya.

Oleh sebab itu, imbuh Arist, sesuai  dengan ketentuan pasal 78 UU RI Nonor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak adalah kewajiban kita bersama sebagai anggota masyarakat untuk  berkontribusi menolong anak yang nyata-nyata menjadi korban.

■ Rls

BERITA LAINNYA

BERITA TERBARU

© Copyright 2017 INDONESIA One | All Right Reserved