Masjid Yang Gagal Membangun Generasi - INDONESIA One

Selasa, 05 Maret 2019

Masjid Yang Gagal Membangun Generasi

  Masjid Yang Gagal Membangun Generasi



Penulis buku “5 Langkah Mudah Membentuk dan Mengoptimalkan Baitul Maal Masjid”/Penganggas Konsep Gerakan membangun desa/kampung berbasis Baitul Maal Masjid/Ketua Lembaga Trainer & Penelitian Keummatan AL HADID/Founder Gerakan Peduli Masjid (GPM) Indonesia

Masjid yang gagal membangun generasi ……., inilah tema yang saya angkat kali ini sebagai lanjutan dari tulisan-tulisan saya sebelumnya tentang artikel “Kini Saatnya Masjid Berubah”. Sudah kita maklumi bersama hampir setiap aktivitas kita sebagai manusia tak pernah lepas dari namanya rencana. Apapun aktivitas kita, entah mau kerja atau sekolah, saat mau pergi, saat mau belanja dan lain sebagainya, kita tak lepas dari yang namanya rencana. Kalau dalam ilmu manajemen modern bisa diistilahkan dengan PLANNING.

Setelah kita membuat perencanaan, proses Lanjutan dari proses Rencana yakni melaksanakan apa yang telah di planningkan dengan sebaik-baiknya. Kemudian tentu berlanjut dengan adanya EVALUASI sebagai bagian tahapan sejauh mana pelaksanaan dari rencana yang telah kita buat sebelumnya. Setelah evaluasi sudah tentu menuntut adanya INDIKATOR KEBERHASILAN yang akan digunakan untuk menilai apakah pekerjaan atau aktivitas kita bisa dikatakan berhasil atau tidak.

Indikator keberhasilan adalah bagian yang terpenting dari seluruh rangkaian yang saya paparkan di atas. Sebab indikator adalah proses akhir dari seluruh aktivitas yang telah kita lakukan. Dengan indikator keberhasilan inilah orang bisa menghargai sebuah karya/usaha kita, bermanfaat atau tidak, bagus atau jelek dan lain sebagainya. Dan dengan indikator keberhasilan pulalah kita bisa berbenah kearah yang lebih baik dari sebelumnya, jika memang dalam pelaksanaannya masih ada hal yang perlu untuk diperbaruhi dan diperbaiki. Sebagai sebuah gambaran yang sederhana, yakni jika kita memiliki anak yang duduk dibangku SD, diakhir semester anak kita dinyatakan naik kelas/lulus oleh pihak sekolah, maka INDIKATOR kelulusan itu pasti dimiliki oleh pihak sekolah, sehingga tidak asal menentukan anak kita naik kelas atau tinggal kelas.Wal hasil hampir setiap aktivitas kita, baik itu sekolah, mengajar, bekerja dll sadar atau tidak pasti memiliki INDIKATOIR KEBERHASILAN atas aktivitas atau kinerja kita selama ini.

Pembaca yang budiman, lucunya apa yang saya paparkan diatas, yakni perluanya rencana terlebih lagi INDIKATOR kEBERHASILAN kebanyakan tidak berlaku di masjid kita hari ini. Banyak masjid kita hari ini rutinitasnya tidak melalui perencanaan yang matang, semua berjalan ala kadarnya. Jangankan INDIKATOR KEBERHASILAN perencanaan yang baik pun terkadang tak dimiliki masjid kita hari ini. Akhirnya, masjid dengan potensi yang besar tak menemukan kemajuannya kecuali hanya bangunan fisik semata, yang kebanyakkan dibangun atas dasar memenuhi ambisi bukan karena kebutuhan.

Lalu yang jadi pertanyaan kita yakni apa kira-kira INDIKATOR yang paling tepat untuk melihat berhasil atau tidaknya kepempiminan takmir masjid ditempat kita ? Menurut saya salah satu indikatornya selain indikator datang dan sholat ke masjid sebagaimana pada penjelasan tulisan saya sebelumnya yakni “berhasil atau tidaknya membangun generasi masjid dengan baik”

Ya, generasi muda itulah indikatornya, apa fungsinya masjid yang besar dan megah tapi tak memiliki aktivitas yang menarik bagi pemuda/i dan apa pula pentingnya kegiatan yang meriah sementara para pemudanya banyak yang nganggur dan berfoya-foya ? Akhirnya masjid-masjid kita hanya diisi oleh para orang tua, baik itu tenaga kebersihan, muadzin, imam rawatibnya bahkan ustadz/ah TPA/TPQ yang biasanya dikelola oleh para pemuda/i pun dikelola pula oleh para orang tua.

Semua itu terjadi karena tidak adanya generasi muda yang hadir sebagai pengerak di masjid. Padahal bisa jadi pemuda/i kampung banyak sekali jumlahnya, hanya saja yang siap jadi pengerak masjid seringkali sulit kita temukan. Yang jadi pertanyaan, kira-kira siapa yang salah ? Mungkin tidak pas jika kita hari ini mencari siapa yang benar dan salah atas gagalnya masjid membangun generasinya, sebab kondisi seperti ini hampir senjalar di seluruh masjid-masjid kaum muslimin, tidak hanya di pedesaan, kampung atau kota semua merasakan hal yang sama.

Padahal jika kita runtut perjalanan regenerasi masjid sudah dilakukan pada saat usia anak-anak, tapi jika telah tumbuh dewasa, maka generasi yang sedang tumbuh ini tak lagi hadir di masjid-masjid kita. Pembangunan generasi seharusnya lebih kita prioritaskan dari pada pembangunan fisik masjid. Sebab kegagalan membangun generasi memang seringkali tidak pernah dirasakan oleh masjid kita hari ini. Selain karena tak nampak kasat mata, pengaruhnya pun seringkali tak kita rasakan langsung, hal ini beda dengan membangun fisik masjid.

Untuk itu, sudah berhasilkah Ketua Takmir masjid anda dalam mengelola masjid yang diamanahkan selama in padanya ? Tentu hanya anda yang tahu …….Wallahu a’lam bishowab

Indikator keberhasilan adalah bagian yang terpenting dari seluruh rangkaian yang saya paparkan di atas. Dengan indikator keberhasilanlah orang bisa menghargai sebuah karya/usaha dan dengan indikator keberhasilan pulalah kita bisa berbenah kearah yang lebih baik dari sebelumnya.

Menurut saya indikator yang tepat yakni “berhasil atau tidaknya membangun generasi masjid dengan baik”

Info detail lainnya, silahkan kunjungi situs kami : www.baitulmaalmasjid.com

Oleh :  Ustadz Nashrullah Jumadi

BERITA LAINNYA

BERITA TERBARU

© Copyright 2017 INDONESIA One | All Right Reserved