Sepi Pembeli, Regulasi Parkir Otomatis Diprotes Pedagang Kuliner Cimanuk - INDONESIA One

Minggu, 03 Maret 2019

Sepi Pembeli, Regulasi Parkir Otomatis Diprotes Pedagang Kuliner Cimanuk

Sepi Pembeli, Regulasi Parkir Otomatis Diprotes Pedagang Kuliner Cimanuk



INDONESIAOne.ID ■ Para pedagang yang berjualan di area kuliner Cimanuk protes dan mengancam akan bongkar sistem parkir otomatis jika di operasikan kembali.

Demikian hal tersebut diutarakan Rahmatna Tarigan selaku ketua Paguyuban Pedagang Kuliner Cimanuk kepada awak media, Jum'at (01/03/2108).

"Jika sistem parkir otomatis kembali di operasikan, maka kami akan melakukan aksi dengan membongkar palang parkir tersebut untuk menuntut keadilan," tegasnya.

Hal yang sama juga disebutkan Jaelani, salah satu pedagang Kulcim, juga menuntut DPRD untuk segera membatalkan regulasi tersebut.

Menurut Jaelani, dengan diberlakukan sistem parkir otomatis telah menyebabkan sepinya pembeli. Seharusnya, dari hasil pertemuan yang sudah dilakukan dengan DPRD segera membatalkan regulasi tersebut.

Sementara itu, anggota DPRD Indramayu komisi IV Muhaemin memastikan bahwa pungutan parkir di kulcim tetap dilakukan secara manual karena belum ada persetujuan dari pemerintah daerah.

"Sebelum ada persetujuan dari pemerintah daerah terkait sistem parkir otomatis, maka parkir tetap dipungut secara manual," katanya.

Seperti diwartakan sebelumnya, retribusi parkir yang sekarang berjalan, para pengunjung kuliner Cimanuk di pungut biaya sebesar Rp. 2000,-/hari.

Sementara dikhawatirkan,  jika sistem parkir otomatis berjalan kembali, maka pengunjung akan dibebankan biaya retribusi parkir sebesar Rp. 2000,-/jam dan hal itu meresahkan pedagang karena akan berdampak pada sepinya pengunjung.

■ Irsyad / Usman

BERITA LAINNYA

loading...

BERITA TERBARU

© Copyright 2017 INDONESIA One | All Right Reserved