Pasca Rusuh di Jakarta, PB HMI Desak Kapolri Dicopot - INDONESIA One

Jumat, 24 Mei 2019

Pasca Rusuh di Jakarta, PB HMI Desak Kapolri Dicopot

Pasca Rusuh di Jakarta, PB HMI Desak Kapolri Dicopot


INDONESIAOne.Id ■ Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) Fauzi Marasabessy mendesak Presiden Joko Widodo untuk mencopot Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian selaku penanggung-jawab atas rusuh pada, 22-23 Mei lalu yang menewaskan 8 warga sipil dalam aksi tersebut.

“Menuntut presiden untuk mencopot kapolri RI karena dianggap tidak mampu menjaga keamanan nasional pasca pilpres,” kata Fauzi dalam rilisnya ke redaksi, Kamis (23/5).

Selain itu, kata Fauzi, kasus penembakan yang menewaskan delapan warga ini harus diusut tuntas.

“Mengusut tuntas penembakan terhadap warga, hingga meninggalnya korban jiwa,” desaknya.

Dikatakan mantan Ketua Umum HMI Cabang Ambon ini, mahasiswa se-Indonesia harus turut serta berperan aktif dalam menegakan demokrasi yang jujur dan adil.

“Kami mengajak seluruh mahasiswa se-Indonesia untuk turut serta berperan aktif menegakan demokrasi di indonesia,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan jumlah korban meninggal dunia akibat kericuhan pada Selasa (21/5/2019) hingga Selasa (22/5/2019) mencapai delapan orang.

"Kemarin belum disebutkan namanya karena tidak ingin keluarga mendapatkan kabar sebelum diberitahu secara resmi. Dan ini untuk menangkal kesimpangsiuran berita yang menyebutkan banyak sekali korban meninggal," kata Anies, Kamis (23/5/2019), seperti dilansir detik.com.

Sementara untuk korban luka mencapai 737 orang.

"Mereka ditangani di rumah sakit di sekitar wilayah ini dengan jenis diagnosis terbanyak yang nontrauma 93, luka berat 79, luka ringan 462. Ada yang belum ada keterangan 96," kata Anies.

Editor ■ Desty Syamsiar

BERITA LAINNYA

loading...

BERITA TERBARU

© Copyright 2017 INDONESIA One | All Right Reserved