Menyimak Lagi, Pesan KH Hasyim Muzadi Untuk Keselamatan NKRI - INDONESIA One

Minggu, 09 Juni 2019

Menyimak Lagi, Pesan KH Hasyim Muzadi Untuk Keselamatan NKRI

Menyimak Lagi, Pesan KH Hasyim Muzadi Untuk Keselamatan NKRI

Menyimak Lagi, Pesan KH Hasyim Muzadi Untuk Keselamatan NKRI

INDONESIAOne.Id ■ Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) KH Ahmad Hasyim Muzadi tutup usia pada Kamis (16/3/2017).

Namun jasa dan sumbangsih pemikiran beliau masih saja terekam jejaknya.

Mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini terkenal toleran dan mencintai perdamaian. Karena dedikasinya tersebut, Hasyim Muzadi diangkat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Dalam sebuah wawancara Hasyim muzadi terakhir menyampaikan pendapatnya kepada awak media dalam acara halaqah ulama dan deklarasi laskar anti narkoba Muslimat NU di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu (18/ 9/2016).

Diberitakan di Kompas.com, Selasa, 20 September 2016 pukul 06:48 WIB, Hasyim Muzadi mengungkapkan pesannya untuk menyelamatkan agama dan negara.

Hasyim Muzadi mengajak ulama ahlussunnah wal jamaah bangkit menyelamatkan agama dan negara dengan menghindarkan terjadinya tabrakan antara keduanya.
"Jangan sampai agama rusak ditekan negara dan negara rusak karena tidak didukung agama," ujar Hasyim.
Ia juga meminta para ulama untuk tidak tinggal diam melawan para kelompok yang menyebarkan paham radikal yang membenturkan Islam dengan negara.

Ia meminta para ulama untuk aktif mengisi tempat-tempat strategis dalam berdakwa.

"Jaga titik-titik di desa yang sekarang jadi pintu masuk radikalisme terorisme. Ini tidak bisa diserahkan polisi. Polisi baru menangkap kalau sudah berbuat teror," tuturnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa ulama yang belajar agama dari para pendahulu yang terhubung dengan para Walisongo adalah ulama yang jelas keindonesiaannya.

Hal ini berbeda dengan ulama-ulama yang belajar dari aliran di luar negeri.

"Karena itu ahlussunnah tak pernah berontak karena tak dipimpin dari luar, tidak seperti sekarang," ujarnya.

Pria yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam Malang dan Depok ini memahami atas diamnya sikap para ulama ahlussunnah.

Namun sikap diam untuk menghindari konflik ini sudah tak bisa lagi dipertahankan.

"Biasanya ulama tak mau ramai-ramai sehingga yang menang yang suka ramai-ramai. Ulama terlalu sungkan sehingga yang menang yang tidak sungkan-sungkan," tambahnya.

Mengingat zaman yang berubah, Hasyim juga menyarankan agar para ulama lebih pandai dalam mengemas ajaran agama.

"Sekali lagi, ulama jangan diam. Sekarang agama memanggil untuk mengajarkan syariat yang benar, juga negara yang kini dilanda berbagai problema," tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa ulama harus tampil ditengah masyarakat untuk membenahi ummat serta memberikan teladan ditengan kondisi Indonesia yang krisis keteladanan.

Sumber: WOW

Re posting krn urgent

BERITA LAINNYA

loading...

BERITA TERBARU

© Copyright 2017 INDONESIA One | All Right Reserved