8 Kawasan Tanpa Rokok Mulai Diberlakukan di Kabupaten Bandung - INDONESIA One

Jumat, 12 Juli 2019

8 Kawasan Tanpa Rokok Mulai Diberlakukan di Kabupaten Bandung

 8 Kawasan Tanpa Rokok Mulai Diberlakukan di Kabupaten Bandung

 https://www.solodaily.id/2019/07/abg-ini-dicekoki-narkoba-lalu-diperkosa.html

INDONESIAOne.Id ■ Pemkab Bandung sudah menetapkan 8 Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Bagi siapa saja yang merokok sembarangan akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan (Ekjah)  H. Marlan, mengatakan itu saat menghadiri Peringatan Hari tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) di Auditorium Siwasebby, Jl. Rasuna Said Jakarta, Kamis (11/7/2019).

8 KTR tersebut antara lain, 5 kawasan yang tidak boleh menyediakan tempat khusus untuk merokok dan bebas asap rokok hingga batas terluar, yakni fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah dan angkutan umum.

“Sedangkan 3 kawasan lain yang tidak boleh merokok di area publik, tetapi hanya diperkenankan merokok di tempat khusus yang disediakan yaitu tempat kerja, tempat umum (mall, hotel) dan tempat lain yang ditetapkan. Saya harap  informasi ini dapat tersosialisasikan terus menerus, hingga ke seluruh wilayah,” ungkapnya.

Sosialisasi mengenai KTR bertujuan membangun kesadaran masyarakat untuk menciptakan ruang dan lingkungan yang bersih dan sehat, terutama dari asap rokok.

BACA JUGA: Mengapa Sulit Melupakan Mantan Pacar, Istri atau Suami? 

Untuk itu, Marlan mengimbau dan mengajak kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat Kabupaten Bandung agar bersama-sama mendukung implementasi penerapan KTR, yang sebelumnya sudah diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Bandung nomor 13 tahun 2017 tentang KTR juga Peraturan Bupati (Perbup) Bandung Nomor 89 tahun 2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda nomor 13 tahun 2017 tentang KTR.

“Saya mengimbau agar ASN bisa menjadi teladan dengan tidak merokok di 8 KTR tadi. Setiap orang dapat berperan serta dalam mewujudkan tempat dan lingkungan yang bersih, sehat dan bebas dari asap rokok, yang dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitarnya,” imbuhnya.

Peran tersebut, lanjut Marlan, diantaranya masyarakat dapat bentuk pengaturan KTR di lingkungan masing-masing sesuai dengan kedudukan dan fungsinya, menyebarluaskan informasi tentang pentingnya KTR dan bahaya rokok, penyampaian saran dan masukan dalam pelaksanaan dan evaluasi kebijakan penyelenggaraan KTR.

BACA JUGA : ABG Ini Dicekoki Narkoba Lalu Diperkosa 

"Ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam menciptakan ruang dan lingkungan yang bersih dan sehat, serta melindungi setiap orang dari ketergantungan terhadap bahan yang mengandung zat adiktif berupa tembakau," jelasnya.

Selain itu tambahnya, perwujudan KTR merupakan upaya pemerintah daerah dalam menekan dan menurunkan angka Penyakit Tidak Menular (PTM) yang semakin meningkat di masyarakat,  terutama untuk jenis penyakit hipertensi, diabetes dan jantung.

Dalam kesempatan yang sama, sebanyak 26 kabupaten dari 416 kabupaten di Indonesia menerima penghargaan Pastika Parama yang diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan (Menkes)  Republik Indonesia, prof.Dr.dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K). Mewakili Bupati Bandung, Asisten Ekjah menerima langsung penghargaan Pastika Parama tersebut.

Penghargaan Pastika Parama, lanjutnya, penghargaan yang diberikan kepada Provinsi/Kabupaten/kota yang telah memiliki peraturan daerah dan juga telah mengimplementasikan kebijakan KTR tersebut di seluruh wilayahnya.

■ rls




BERITA LAINNYA

BERITA TERBARU

© Copyright 2017 INDONESIA One | All Right Reserved