Kerap Terjadi Pencurian, Satgas Pamrahwan Bangun Pagar Gereja Khatolik Kota Mulia - INDONESIA One

Jumat, 12 Juli 2019

Kerap Terjadi Pencurian, Satgas Pamrahwan Bangun Pagar Gereja Khatolik Kota Mulia

  Kerap Terjadi Pencurian, Satgas Pamrahwan Bangun Pagar Gereja Khatolik Kota Mulia

  Kerap Terjadi Pencurian, Satgas Pamrahwan Bangun Pagar Gereja Khatolik Kota Mulia

INDONESIAOne.Id ■ Satgas Pamrahwan Yonif MR 412/BES Kostrad yang dipimpin oleh Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Satgas, Kapten Inf Yohanes Nurbiyanto dalam pelaksanaan pembuatan pagar pengaman untuk gereja Katholik St. Petrus Mulia Kabupaten Puncak Jaya, Selasa (09/07/2019).

Gereja Katholik St. Petrus Mulia di Puncak Jaya merupakan salah satu gereja yang digunakan oleh personel Satgas Pamrahwan untuk melaksanakan Misa Minggu selama pelaksanaan tugas, namun sekitar awal bulan Juni gereja tersebut menjadi sasaran pencurian oleh beberapa oknum warga Kota Mulia yang mengira bahwa di dalam gereja tersebut menyimpan beberapa benda berharga sehingga beberapa jendela dan atribut gereja mengalami kerusakan.

Atas kejadian tersebut, Pasiter Satgas Yonif MR 412/BES Kostrad melakukan koordinasi dengan Pastur gereja yaitu Pastur M Sitanggang Projo untuk bekerjasama dengan Satgas Pamrahwan Yonif MR 412/BES Kostrad dalam membangun pagar pengaman dan pintu gerbang untuk gereja sehingga dapat mencegah kejadian serupa dan memberikan rasa aman bagi penghuni gereja yaitu guru-guru PAUD Anggrek yang semuanya adalah wanita.

BACA JUGA : ABG Ini Dicekoki Narkoba Lalu Diperkosa 

Dalam proses pengerjaanya memakan waktu 1 minggu untuk membuat pagar yang mengelilingi gereja sepanjang 100 meter dan pintu gerbang gereja, yang merupakan hasil kerjasama antara personel Kotis Satgas Pamrahwan Yonif MR 412/BES Kostrad dan umat gereja Katholik St. Petrus Mulia.

“Saya mewakili umat gereja Katholik St.Petrus Mulia memberikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kapten Inf Yohanes beserta anggota yang berkenan memberikan bantuan kepada kami untuk memberikan pengamanan kepada gereja kami,” ujar Pastur M Sitanggang Projo.

Dia mengatakan, "Saya selaku Pastur gereja tidak berdomisili di Kota Mulia namun menetap di Ilaga tempat gereja Paroki berada sehingga pengawasan kepada gereja ini sangat minim, dan gereja hanya dihuni oleh para guru-guru PAUD Anggrek yang semuanya perempuan yang sering diganggu oleh masyarakat yang mabuk dan merusak gereja,”.

Kami berharap, lanjutnya, dengan adanya pagar dan pintu gerbang ini, keamanan gereja dan penghuninya makin terjaga sehingga pelayanan kami terhadap umat Katholik di Kota Mulia ini dapat berjalan lancar tanpa gangguan apapun.

"Sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas perhatian Satgas Pamrahwan Yonif MR 412/BES Kostrad kepada kami semoga selalu diberkati oleh Tuhan YME dalam setiap penugasannya di Kabupaten Puncak Jaya dan diberikan keselamatan sampai pulang ke Jawa nantinya.” Ucap Pastur Gereja Katholik St. Petrus Mulia Pastur M Sitanggang Projo.

■ Boy / Penkostrad

BERITA LAINNYA

BERITA TERBARU

© Copyright 2017 INDONESIA One | All Right Reserved