BERITA NASIONAL

Selasa, 21 Mei 2019

21 Tahun Reformasi, 21 Mei 1998 Soeharto Mundur Setelah Tak Dipercaya Rakyat


INDONESIAOne.Id ■ Hari ini, tepat 21 tahun silam, pada 21 Mei 1998, tercatat sebagai salah satu momen penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Sebab, Jendral Besar Soeharto menyatakan berhenti dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia.

Presiden kedua Indonesia, Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya tepat 21 Mei 1998. Soeharto mundur setelah menjabat selama kurang lebih 32 tahun.

Mundurnya Soeharto itu merupakan salah satu dari berbagai peristiwa bersejarah di dunia yang layak dikenang pada 21 Mei.

Kejatuhan Soeharto adalah peristiwa mundurnya Soeharto dari jabatan Presiden Indonesia. Soeharto mundur pada tanggal 21 Mei 1998 setelah runtuhnya dukungan untuk dirinya, dan tidak lagi di percaya oleh rakyat. Meski Soeharto telah menjadi presiden Indonesia selama 32 tahun.

Pidato pengunduran diri Soeharto dibacakan di Istana Merdeka sekitar pukul 09.00 WIB.

Dalam pidatonya, Soeharto mengakui bahwa langkah ini dia ambil setelah melihat "perkembangan situasi nasional" saat itu.
Tuntutan rakyat untuk mengadakan reformasi di segala bidang, terutama permintaan pergantian kepemimpinan nasional, menjadi alasan utama mundurnya Soeharto.

"Saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden Republik Indonesia, terhitung sejak saya bacakan pernyataan ini pada hari ini, kamis 21 Mei 1998," ujar Soeharto, seperti dikuti dari dari buku Detik-detik yang Menentukan, Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi (2006) yang ditulis Bacharuddin Jusuf Habibie.

Dengan pengunduran diri ini, Soeharto menyerahkan kekuasaan kepresidenan kepada Wakil Presiden BJ Habibie.

"Sesuai dengan Pasal 8 UUD ’45, maka Wakil Presiden Republik Indonesia Prof H BJ Habibie yang akan melanjutkan sisa waktu jabatan Presiden Mandataris MPR 1998-2003," kata Soeharto.

Perjuangan mahasiswa Gerakan reformasi merupakan penyebab utama yang menjatuhkan Soeharto dari kekuasaannya. Aksi demonstrasi ini mulai terjadi sejak Soeharto menyatakan bersedia untuk dipilih kembali sebagai presiden setelah Golkar memenangkan Pemilu 1997.

Situasi politik saat itu memang penuh dinamika, terutama setelah terjadinya Peristiwa 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.

Pemerintah dinilai menjadi penyebab terjadinya Peristiwa Sabtu Kelabu karena mencopot Megawati Soekarnoputri dari jabatan Ketua Umum PDI sehingga menimbulkan dualisme partai.

Popularitas Megawati yang meroket ketika itu, juga statusnya sebagai anak Presiden Soekarno, memang menjadi ancaman bagi kekuasaan. Apalagi, Megawati menjadi pimpinan partai menjelang Pemilu 1997.

Senin, 20 Mei 2019

Lieus Sungkharisma Tolak Makan dan Minum Pemberian Polisi

Lieus Sungkharisma Tolak Makan dan Minum Pemberian Polisi

INDONESIAOne.Id ■ Pasca diamankan oleh penyidik Polda Metro Jaya terkait dugaan kasus makar, aktivis Lieus Sungkharisma ogah makan dan minum jika yang memberi dari pihak polisi.

Lieus Sungkharisma terus terang tak mau makan dan minum pemberian polisi. Padahal, sejak saat diamankan dari Apartemen Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Lius mengaku kurang minum.

"Tadi polisi mau ambil minum saja saya enggak kasih. Baik sih mau dibawain, tetapi saya takut," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Senin (20/5).

Dia mengaku takut jika terjadi apa-apa usai menenggak air yang diberikan anggota polisi. Apalagi, Liues menyebut negara merasa dia adalah ancaman.

"Takut mati. Takut kayak. Saya kan dianggap buat negara," katanya, seperti disitat merdeka.com.

Oleh karena itu, ia menegaskan tak akan meminum ataupun makan dari kepolisian. Dirinya akan meminum ataupun makan hanya dari keluarga.

"Saya terang-terang nggak berani minum lain kecuali yang dari keluarga. Saya juga saya nggak akan makan lain kecuali yang dari keluarga saya," pungkasnya.

Seperti diketahui, Lieus dilaporkan oleh Eman Soleman, yang merupakan seorang wiraswasta. Dirinya diduga menyebarkan hoaks dan berniat melakukan aksi makar.

Laporan dengan nomor LP/B/0441/V/2019/ BARESKRIM tersebut tertanggal 7 Mei 2019.

Pasal yang disangkakan adalah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 an/atau Pasal 15, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 dan/atau Pasal 163 jo Pasal 107.

Pada saat pemeriksaan pertama, Lieus tidak hadir karena masih mencari pengacara.

Dirinya juga tak memenuhi panggilan kedua pada 17 Mei 2019 karena surat panggilan kedua tersebut belum ia terima.

Minggu, 19 Mei 2019

Prof Din Syamsuddin: Membiarkan Kecurangan akan Membuat Cacat Moral dan Cacat Konstitusional


INDONESIAOne.Id ■ Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof Din Syamsuddin mengimbau kepada umat Islam untuk tidak melakukan tindakan kekerasan pasca pengumuman hasil pemilu oleh KPU 22 mei.

Walaupun begitu, ia mengatakan menggelar aksi damai merupakan hak konstitusional warga.

“Bahwa mau demontrasi mau unjuk rasa sah di republik ini, telah terjadi di 411, 212 kita damai, jangan sampai ada kekerasan, ada anarkisme dan ada kemungkinan provokasi provokasi, itu yang harus dihindari,” katanya, Rabu (15/5/2019) di Solo.

Lebih lanjut, Din tidak bisa menyalahkan apabila ada pihak yang melakukan aksi unjuk rasa menolak putusan KPU karena dianggap tidak jurdil.

“Tapi mau apa saja mau 10 juta mau 20 juta, itu dijamin oleh konstitusi itu sendiri, tapi jangan sampai ada bentrok karena itu akan berhadapan sesama umat Islam,” tandasnya.

Ia juga meminta warga agar mengawasi jalannya proses pemilu ini.

“Tapi yang paling penting pula jangan sampai kita membiarkan kecurangan kecurangan karena itu akan membuat cacat moral dan cacat konstitusional,” ungkapnya, seperti disitat Jurniscom.

Rabu, 15 Mei 2019

Jelang 22 Mei Prabowo Siapkan Surat Wasiat, Ada Apa?


INDONESIAOne.Id ■ Calon presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya bersama Sandiaga Uno dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga akan melawan dugaan kecurangan pemilu 2019.

Prabowo mengatakan akan terus berjuang bersama rakyat. Karena itu, ia membuat surat wasiat yang disaksikan oleh pihak keluarga dan ahli hukum di kediamannya di Kertanegara, Jakarta Selatan, hari ini.

"Saya akan kumpulkan ahli hukum. Saya akan membuat surat wasiat saya. Saya katakan, gak usah nakut-nakuti dengan makar-makar. Orang-orang ini, tokoh-tokoh bangsa ini bukan makar. Jenderal-jenderal itu mempertaruhkan nyawanya dari sejak muda. Mereka tidak makar. Kita membela negara dan bangsa Indonesia," kata Prabowo di acara Simposium Mengungkap Fakta-fakta kecurangan Pilpres 2019 di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa, 14 Mei 2019.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menuturkan, bahwa saat ini banyak yang mempertanyakan sikapnya lantaran pihak pemerintah Joko Widodo kerap mengirimkan utusan untuk bertemu dengannya. Namun, Prabowo menegaskan bahwa berdialog dan bernegosiasi diperbolehkan tetapi dirinya menolak menyerah pada keadaan.

"Ada yang mengatakan Pak Prabowo bagaimana sikapnya. Katanya ada yang minta ketemu saya. Bolak-balik minta ketemu. Berbicara boleh, berunding boleh, menyerah tidak boleh," ucapnya.

Ia menuturkan dirinya saat ini masih menaruh harapan kepada penyelenggara pemilu dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk bekerja secara jujur dan profesional dalam menjalankan tugasnya.

Prabowo telah menyatakan sikapnya terkait hasil Pemilu 2019 yang ia nilai curang. "Sikap saya adalah akan menolak hasil Pemilu yang curang,” ujarnya.

Prabowo bersama BPN mengadakan acara untuk membeberkan data-data kecurangan Pemilu 2019. Acara ini dihadiri oleh Prabowo, Sandiaga, Ketua BPN Djoko Santoso, Wakil Ketua Gerindra, Fadli Zon, Juru Bicara BPN, Dahnil Anzar dan lainnya. Relawan pun memenuhi arena acara di aula Hotel Grand Sahid.

Pada acara ini mereka memaparkan sedikitnya enam bukti kecurangan. Di antaranya, Kartu Keluarga di beberapa tempat mereka nilai manipulatif. Lalu jumlah pemilih tetap yang bermasalah, contohnya, menurut mereka suara pemilih di Jawa Timur sebanyak 7.644.025 orang, dengan 5,3 juta orang invalid, dan 2,2 juta pemilih ganda.

Selain itu, mereka menuding Situng milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak netral, karena sistemnya tidak realtime. Selain itu, hasil C1 dinilai manipulatif karena tabel dalam tiap-tiap gambar tidak rapi sehingga dicurigai hasil manipulasi.

Sumber: tempo

Minggu, 12 Mei 2019

Imaam Center Wajah Islam Indonesia di Amerika


Menjelang usianya yang hampir lima tahun, Imaam Center semakin dikenal dan semakin menegaskan perannya sebagai wajah Islam Indonesia. Bahkan, masjid komunitas Muslim Indonesia itu kerap dikatakan sebagai taman mini Islam Indonesia yang indah di Amerika.
INDONESIAOne.Id ■ Menjelang usianya yang ke lima tahun, Imaam Center, semakin mendapat tempat di hati masyarakat Amerika di sekitarnya yang sangat beragam. Masjid komunitas Muslim Indonesia itu tidak hanya semakin akrab bagi Muslim yang berasal dari berbagai negara tetapi juga semakin dikenal di kalangan non-Muslim yang hendak mengenal Indonesia.

Presiden Imaam Center Bagus Adiyanto mengatakan, Imaam Center kini semakin memainkan peran sebagai duta Indonesia, seperti diharapkan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono ketika meresmikan masjid itu tahun 2014. SBY ketika itu meminta agar Imaam Center menjadi duta umat Islam Indonesia dan bersahabat dengan bangsa manapun.

Kepada Duta Besar baru Indonesia untuk Amerika Mahendra Siregar yang berkunjung Sabtu lalu (19/5), Adiyanto mengungkapkan, “KBRI dan Imaam Center mempunyai misi yang sama: Diplomasi. Jadi, kita adalah mitra yang strategis.”

Bagus Adiyanto juga mengungkapkan, semakin banyak kini mahasiswa maupun calon-calon diplomat Amerika, yang akan bertugas ke Asia Tenggara atau Indonesia, datang ke masjid itu untuk melihat langsung kegiatan warga Indonesia, khususnya Muslim, dan Imaam Center sendiri, yang banyak disebut sebagai wajah Muslim Indonesia.

Kenyataan itu membuat Bagus kemudian merujuk Imaam Center sebagai Taman Mini Islam Indonesia yang Indah di Amerika.

“Imaam adalah miniatur eksistensi komunitas Muslim Indonesia di Amerika. Dan kita sangat merasakan gaungnya sangat luar biasa. Kita pun sangat aktif. Engaged dengan local community dan local community di sini pun sangat respon dengan kita.”

Menanggapi laporan itu, Duta Besar Mahendra Siregar mengakui kesamaan misi yang diemban KBRI dan Imaam Center, sama-sama berusaha selalu menjangkau masyarakat, termasuk non-Muslim dan non-komunitas Indonesia. Mengelola masyarakat sosial, ia mengakui, tidak mudah. Tidak ada struktur yang memberi sanksi, dan hanya mengandalkan ikatan hati dan kepercayaan kepada pengurus.

Mahendra memuji Imaam Center karena dikelola dengan baik. Karenanya, ia meminta Imaam menularkan pengalaman positif itu, dengan semangat gotong royong, kepada organisasi lain.

“Mohon bisa ditularkan, bisa di-share betul-betul, dan sedikit banyak disosialisasikan kepada organisasi lain yang masih perlu pembenahan dan perbaikan lebih lanjut,” katanya.

Peran Imaam Center sebagai pusat informasi Indonesia juga disampaikan Fahmi Zubir Zakaria yang dipercaya menjadi imam masjid tersebut. “Kita ini menjadi duta. Imaam Center sudah diakui State Department (Departemen Luar Negeri AS),” ujar Fahmi Zubir.

Namun, Fahmi juga mengakui sulitnya merangkul semua Muslim Indonesia untuk berpartisipasi aktif di Imaam Center, meramaikan masjid. “Itu tantangan kita,” jelasnya.

Kini, enam minggu menjelang Ramadan, Imaam Center berbenah dan kembali akan memainkan peran utamanya sebagai rumah bagi setiap Muslim. Menyediakan buka puasa dan sholat tarawih bersama. Ruang sholat masjid yang mampu menampung sampai 350 jemaah akan semakin sesak karena jumlah pengunjung biasanya berkali-kali lipat.

“Karena mereka melihat Imaam Center sebagai tempat yang sejuk, makanannya enak. Top,” imbuh Fahmi Zubir. [VOA]

Masjid Imaam Center di Silver Spring, Maryland. (Foto courtesy: Imaam Center)

Kamis, 09 Mei 2019

Dikeroyok Massa, Kasatreskrim Polres Wonogiri Dirawat di RS Dr Oen Solo


INDONESIAOne.Id ■ Kabar terkini datang dari Wonogiri, Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Aditia Mulya menjadi korban pengeroyokan saat mengamankan aksi bentrok dua kelompok massa di Kecamatan Sidoharjo.

Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti melalui Kasubbag Humas Iptu Suwondo mengatakan kondisi AKP Aditia masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU RS dr Oen Solo Baru.

Suwondo mengatakan, Aditia mengalami luka serius pada kaki dan tangan. Mantan kapolsek Pasar Kliwon Solo itu dikeroyok sekelompok orang di depan SPBU Sudimoro, Sidoharjo pada Rabu (9/5) sekitar pukul 24.00.

BACA JUGA: Punya Web, Tapi Tidak Punya Akun AdSense? Ini Solusinya 

”Kita dalam upaya menggendalikan salah satu kelompok massa. Posisi kasatreskrim sendiri terpisah dari anggota lain. Berpakaian preman, lalu dikeroyok,” kata Suwondo Kamis (9/5).

"satu kelompok massa berjumlah ribuan orang yang terlibat bentrok, saat ini sudah bisa dikendalikan. Sehingga kondisi Wonogiri sudah aman dan terkendali," jelas Suwondo.

Sementara Kapolda Jateng, Irjen Pol Rycko A Dahniel siang tadi menjenguk Kasat Reskrim Polres Wonogiri, AKP Aditia Mulya di ICU RS Dr Oen Solobaru, Kamis (9/5/2019).

(Ratih/Foto sumber: Tribunnews)

Rabu, 08 Mei 2019

Prabowo Minta Diusut Tuntas Atas Meninggalnya Ratusan Anggota KPPS

Prabowo Minta Diusut Tuntas Atas Meninggalnya Ratusan Anggota KPPS

INDONESIAONE.ID ■ Kandidat Capres Prabowo Subianto minta pihak berwenang agar peristiwa meninggalnya ratusan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) diusut tuntas.

Tak hanya itu, Prabowo juga menyarankan agar dilakukan visum terhadap jasad anggota KPPS.

Demikian hal itu disampaikan Prabowo hari ini saat menggelar konferensi pers di kediamannya, Jl Kertanegara nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2019).

"Kami berbela sungkawa dan kami mohon pihak yang berwajib untuk menyelesaikan serta mengusut hal ini sehingga jelas bagi semua unsur apa yang terjadi sebenarnya," katanya.

Untuk itu, lanjut Prabowo, pihaknya mendorong aparat penegak hukum menyelidiki kematian ratusan anggota KPPS ini. Caranya adalah dengan pemeriksaan medik terhadap jenazah yang meninggal dunia.

"Perlu ada, kami rasa suatu visum atau pemeriksaan medis KPPS petugas-petugas tersebut yang meninggal," kata Prabowo.

Sebelumnya, KPU menyatakan ada 456 anggota KPPS yang meninggal dunia dan 4.310 orang sakit.

Namun koalisi adil makmur, kata Prabowo, sudah mendengar ada 500 lebih anggota KPPS yang meninggal dunia.

"Ini membuat kami prihatin dan turut berduka. Atas nama seluruh Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Koalisi Indonesia Adil dan Makmur, kami ingin mengucapkan bela sungkawa yang sebesar-besarnya atas meninggalnya, yang dilaporkan lebih dari 500 petugas Pemilu dari berbagai tingkatan, yang telah meninggal dalam proses Pemilu ini," tegasnya.

Menurut Prabowo. tragedi ini belum pernah terjadi dalam sejarah Pemilu Republik Indonesia.

Selasa, 07 Mei 2019

Pomal Lantamal VIII Gelar Operasi Gaktib, Sejumlah Diskotik dan Karaoke Dirazia

Pomal Lantamal VIII Gelar Operasi Gaktib, Sejumlah Diskotik dan Karaoke Dirazia

INDONESIAONE.ID ■ Pomal Lantamal VIII melaksanakan Operasi Penegakan Ketertiban (Opsgaktib) di Wilayah Hukum Lantamal VIII Kota Bitung. Operasi Gaktib di mulai dari Mako Lantamal VIII Jl. Yos Sudarso no. 01 Manado yang dipimpin Danpomal Lantamal VIII, yang diwakili oleh Kasi Hartib Mayor Laut (PM) Suwarsono.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pasca kegiatan Pileg dan Pilpres Tahun 2019 dan juga untuk menyambut Ramadhan 1440 H/2019 M.

Suwarsono berharap dengan diadakannya operasi Gaktib ini, seluruh umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan dan ketenangan.

Sebelum melaksanakan Operasi Gaktib Pomal Lantamal VIII didahului dengan Apel Kelengkapan dan Pengarahan oleh Kasi Hartib dilanjutkan menuju Sasaran yang berada di Kota Bitung dengan menyisir sejumlah tempat Hiburan malam seperti Diskotik, Tempat Karaoke serta tempat terlarang lainnya bagi Prajurit TNI AL baik Personel Pendirat maupun KRI atau KAL, Aparat memeriksa seluruh identitas pengunjung yang ada.

BACA JUGA: Punya Web, Tapi Tidak Punya Akun AdSense? Ini Solusinya 

Operasi Penegakan dan Ketertiban digelar dalam rangka untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya tindak Pelanggaran yang dilakukan Personel TNI AL yang ada di Kota Bitung sekaligus untuk menciptakan Kondisi Kota Bitung yang aman dan Damai.

Adapun Hasil dari pelaksanaan operasi ini, tidak ditemukannya personel TNI maupun Polri yang berada di tempat-tempat hiburan malam.

■ Rls/R-09
© Copyright 2017 INDONESIA One | All Right Reserved