All Posts - INDONESIA One

Minggu, 21 Juli 2019

Divisi Infanteri 2 Kostrad Adakan Lomba Pancing Lele di Malang


INDONESIAOne.Id ■ Memancing adalah suatu kegiatan menangkap ikan yang bisa merupakan pekerjaan, hobi, olahraga luar ruang (outdoor) atau kegiatan di pinggir atau di tengah danau, laut, sungai dan perairan lainnya dengan target seekor ikan.

Divisi Infanteri 2 Kostrad menggelar kegiatan lomba pancing ikan lele yang diikuti 73 peserta lomba baik dari masyarakat umum maupun dari anggota TNI. Kegiatan lomba ini dilaksanakan di Kolam Pancing Vicadha Kampoeng Tentara Divif 2 Kostrad, Singosari, Malang, Minggu (21/7/2019).

Asisten Teritorial yang diwakili Wakil Asisten Teritorial Letkol Inf Wilson Napitulu, S.I.P. selaku penyelenggara lomba mengatakan, “Kegiatan ini selain bertujuan untuk menyalurkan hobi atau bakat mincing masyarakat dan anggota Divif 2 Kostrad, juga untuk bersilahturahmi dan kebersamaan antara TNI dengan rakyat,” ungkapnya.

Dari hasil lomba 5 orang berhasil mendapat juara, antara lain juara I didapat atas nama Sutrisno warga Singosari Malang, juara II dan III atas nama Simon dari Lawang Malang, juara IV dan V atas nama Devi Irwanto dari Singosari Malang, juara VI atas Pelda Yagni dari Lawang Malang dan terakhir juara VII atas nama Gofar Bimasakti dari Lawang Malang.

Juara I mendapat hadiah uang tunai senilai Rp 5.000.000,- , juara II Rp 700.000,- , juara III Rp 300.000,- dan juara IV sampai juara VII masing-masing mendapat Rp 100.000,-.

Sutrisno salah satu pemenang lomba yang berhasil mendapat juara I mengungkapkan, “Saya senang sekali dan bersyukur bisa mendapat juara I, hadiah ini bisa buat membantu kebutuhan keluarga saya,” tuturnya.

“Saya berharap perlombaan seperti ini bisa dilaksanakan rutin tiap minggu, untuk menyalurkan hobi mancing masyarakat seperti saya ini, terima kasih Divif 2 Kostrad,” pungkas Sutrisno. 

Lestarikan Budaya, Yonif R 631/Atg Gelar Sepak Bola Api


INDONESIAOne.Id ■ Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-69 Kabupaten Barito Utara, Peleton 1 Kipan C Yonif R 631/Atg bekerjasama dengan Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata Kab. Barito Utara menggelar pertandingan sepak bola sawut (sepak bola api) bertempat di lapangan bola Peleton 1 Kipan C Yonif R 631/Atg tadi malam.

Kegiatan untuk memeriahkan festival budaya dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Barito Utara ini diikuti oleh 7 tim dari kecamatan di wilayah Kabupaten Barito Utara, masing-masing tim terdiri dari 5 orang pemain.

Danton 1 Kipan C Yonif R 631/Atg, Letnan Dua Inf Ramblianur mewakili Danyonif R 631/Atg menyampaikan, sepak bola sawut merupakan salah satu kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Barito Utara yang perlu dijaga kelestariannya.

"Acara malam ini adalah salah satu upaya untuk melestarikan kebudayaan tradisional dan untuk menarik perhatian para wisatawan ke wilayah Barito utara," kata Letnan Dua Inf Ramblianur, di Muara Teweh, Minggu (21/7/19).

Kadispora dan Pariwisata Barito utara Bapak Arbaidi mengucapkan terimakasih pada Yonif R 631/Atg yang telah bekerjasama dan membantu terlaksananya kegiatan, mengingat terbatasnya sarana lapangan yang ada di Kota Muara Teweh.

Masyarakat Muara Teweh sangat antusias menyaksikan sepak bola sawut tadi malam. "Karena ini merupakan salah satu hiburan rakyat dan tradisi tradisional yang harus terus di lestarikan," ucap Rahman salah satu penonton Sepak bola Sawut. (Pendam XII/Tpr)

Satgas Citarum Harum: Jurnalis Adalah Keluarga Kita


INDONESIAOne.Id ■ Komandan Sektor 7 Satgas Citarum, Kolonel Kav Purwadi mengatakan, bahwa boomingnya kinerja pasukan TNI sebagai Satgas Citarum Harum kini semakin membaik, bahkan dunia kini mengetahui.

Demikian hal tersebut disampaikan Kang Purwadi saat memberikan sambutan pada acara BOTRAM (ngobrol tentram) dengan para Insan media peliput Program Citarum harum yang di gagas oleh Jurnalis Peduli Citarum Harum (JPCH) yang diketuai Zhovena ST.

"Hal ini berkat peran serta jurnalis, maka jelas jurnalis adalah keluarga kita yang tidak bisa lepas," ucap Kolonel Purwadi, pada Minggu (21/07/2019).

Tampak hadir dalam acara ini, Kapendam III/Slw. (Kol. Inf. FX Sri Weliyanto Kasih), Kol. Inf. Yudi Zanibar selaku Dansektor, kemudian Kolonel Inf Yusep Sudrajat (Dansektor 21) dan Mayor Inf. Susanto (Pendam III/Slw).

Selain itu, kegiatan juga dihadiri DLH. Prov. Jabar, Angggota DPD RI Jawa Barat Dra. Hj. Eni Sumarni, M.Kes, RAFI dan Kwarcab Pramuka Bandung serta puluhan insan media peliput Program Citarum harum (sumber: 60menit)

Karena Sakit, Dua Calon Jamaah Haji Asal Garut Gagal Berangkat

Karena Sakit, Dua Calon Jamaah Haji Asal Garut Gagal Berangkat

INDONESIAOne.Id ■ Dua calon jamaah haji asal Kabupaten Garut gagal berangkat menunaikan ibadah haji lantaran sakit dan meninggal dunia, sehingga pada pemberangkatan calon jemaah haji kosong dua orang. Yang gagal berangkat berada pada kloter 49.

Demikian diungkapkan Kepala Seksi urusan haji dan umroh Kementrian Agama Garut, Karimudin, Minggu (21/7/2019).

"Ada dua orang calon jamaah haji gagal berangkat, yang satu sakit dan yang satunya lagi meninggal dunia," katanya.

Karimudin mengatakan, pada kloter 49 Kabupaten Garut jumlah calon jamaah haji yang berangkat sebanyak 410 orang di tambah dengan pendamping sabanyak 15 orang. Pemberangkatannya dilakukan di Gedung Pendopo Garut, pada Minggu sekitar pukul 06.00 WIB menuju embarkasi Bekasi, Jawa Barat.

Dijelaskannya, kedua orang calon jamaah haji yang gagal berangkat tidak sempat diganti dengan calon jemaah haji lain. Karena terkendala administrasi belum memiliki visa sebagai syarat untuk berangkar.

"Kedua orang itu sebenarnya mau diganti, karena visanya belum keluar itu yang menjadi kendala," jelasnya.

Namun kendati tidak bisa di ganti pada musim haji tahun 2019, untuk calon jamaah haji asal Garut yang meninggal dunia sebelum berangkat bisa digantikan oleh ahli warisnya. Yang mana berangkatnya pada tahun haji berikutnya.

"Calon jamaah haji yang belum diberangkatkan tinggal dua kloter lagi atau dua kali pemberangkatan," tambahnya.

Sementara Koordinator pemberangkatan KBIH Ummul Quro, Jon Safriman, mengatakan, pada tahun calon jamaah haji yang di berangkatkan melalui KBIH Ummul Quro tahun ini sebanyak 410 yang tergabung dalam kloter 49 gelombang kedua. Sedangkan pada tahun haji 2018 lalu KBIH Ummul Qura memberangkatkan calon jemaah haji 369 orang.

"Tahun ini mengalami kenaikan yang diberangkatkan melalui KBIH Ummul Quro," singkatnya.

Cerdaskan Anak Perbatasan, Satgas Yonif Raider 301 Bagikan 2000 Buku

  Cerdaskan Anak Perbatasan, Satgas Yonif Raider 301 Bagikan 2000 Buku

INDONESIAOne.Id ■ Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif Raider 301/Prabu Kian Santang peduli dengan pendidikan anak-anak di perbatasan, dengan memberikan buku tulis kepada anak-anak Sekolah Dasar (SD) yang berada wilayah binaan Satgas Pamtas Yonif R 301/Pks, khususnya anak-anak yatim piatu dan anak-anak tidak mampu.

Dansatgas Pamtas Yonif R 301/Pks, Letkol Inf Andi Hasbullah di Pos Kotis Nanga Badau, Kapuas Hulu menyampaikan, dalam rangka menyambut tahun ajaran baru 2019/2020, satgas pamtas ingin berbagi kebahagiaan kepada anak-anak sekolah di perbatasan khususnya anak-anak yatim piatu dan anak-anak tidak mampu berupa buku tulis dan juga permen.

"Dengan tujuan agar mereka lebih termotivasi untuk belajar serta menjadi anak yanh cerdas sehingga dapat meraih cita-cita mereka sebagai generasi penerus bangsa yang akan datang," katanya.

"Pemberian buku tulis tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap peningkatan kualitas pendidikan di wilayah perbatasan," tambahnya menyampaikan.

Lanjutnya menyampaikan bahwa terdapat kurang lebih 200 orang anak asuh Satgas Yonif Raider 301/Pks, merupakan anak yatim, piatu atau tidak mampu. Buku tulis sejumlah 2000 buah tersebut dibagikan ke seluruh anak asuh Satgas Pamtas Yonif R 301/Pks di wilayah binaan tiap-tiap pos pamtas sepanjang sektor timur wilayah Kalbar yang saat ini menjadi tanggung jawab Satgas Pamtas Yonif R 301/Pks.

Sedangkan Pasiter Satgas, Lettu Inf Ari Marjiono menyampaikan, buku-buku tersebut diserahkan langsung ke sekolah atau ke rumah anak asuh Satgas Yonif Raider 301/Pks. Saat ke sekolah, kedatangan Satgas disambut baik oleh guru-guru terlebih anak-anak sekolah, karena momen tersebut jarang sekali dilakukan sebelumnya.

Guru-guru siswa berharap, kedepan kalau ada waktu  anggota Satgas mengadakan kegiatan lomba ataupun permainan yang sifatnya menguji kekompakan, kepedulian sesama siswa  dan juga dibekalin sedikit ilmu kedisiplinan sehingga, mereka semakin taat untuk mengikutin aturan yang ada di lingkup sekolah ini.

Pasiter Satgas Yonif Raider 301 juga berpesan kepada seluruh guru-guru siswa, bahwa anak-anak ini harus di jaga karena mereka masih lemah dan polos. "Mereka ibarat cangkang telur yang sangat rentan untuk pecah, oleh sebab itu kita harus menjaga mereka dengan baik dan juga mendidik mereka secara iman dan ilmu pengetahuan," tutupnya. 

Kunjungan Kasad di Australia, Pererat Kerja Sama Kedua Angkatan Darat

  Kunjungan Kasad di Australia, Pererat Kerja Sama Kedua Angkatan Darat

INDONESIAOne.Id ■ Kunjungan kehormatan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa ke Panglima Angkatan Bersenjata Australia atau Australian  Commander of  Defence Force (CDF) dan Kasad Australia atau Australian Chief of Army  (CA), merupakan salah satu upaya diplomasi militer TNI AD untuk mempererat  kerja sama  militer kedua negara.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Candra Wijaya dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (19/7/2019).

"Ini kunjungan yang pertama setelah beliau (Jenderal TNI Andika Perkasa) menjabat Kasad," ujar Candra.

Namun, lanjutnya, secara personal pertemuan Kasad dengan Letjen Richard Maxwell Burr, AO, DSC, MVO, merupakan kali kedua, dimana pertemuan sebelumnya  ketika masih menjabat sebagai Pangkostrad, pada 30 Agustus 2018.

"Juga dengan CDF,  Jenderal Angus Campbell, kunjungan ini merupakan balasan, setelah keduanya bertemu di Mabesad pada 29 Maret 2019, lalu," tegasnya.

Lanjut dikatakan Candra,  kunjungan Kasad kali ini, tidak hanya didampingi Ny. Hetty Andika Perkasa, selaku Ketua Umum Persit Kartika Candra Kirana, namun juga bersama dengan Mayjen TNI Suko Pranoto (Irjenad) dan Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad (Aspam Kasad) masing-masing beserta istri.

"Pertemuan yang diselenggarakan di Australian Army Headquarters, Russell Offices, Canberra, berlangsung penuh hangat," ujar Candra.

Hasil pertemuan antara Kasad dengan Australian CA dan Australian CDF pada hari  Kamis (18/7/2019) lalu itu, menurut Candra, membahas beberapa hal yang penting.

Selanjutnya Candra juga katakan bahwa kedua Kepala Staf Angkatan Darat memiliki kesamaan pandangan bahwa untuk menghadapi accelerated warfare membutuhkan kekuatan militer yang coheren, unity dan future ready serta adanya kerja sama antar elemen negara.

"Kasad menegaskan kembali bahwa era saat ini penggunaan teknologi sangat penting. Tidak hanya membantu pelaksanaan tugas, juga mengurangi risiko korban jiwa," imbuhnya.

Kemudian, terkait program kerja sama militer dengan Australian Army, lanjut Candra, Kasad sangat mendukung, khususnya tentang percepatan pertukaran instruktur di kedua akademi militer.

"Menurut Kasad pertukaran ini sangat baik, karena akan memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan bagi personel TNI AD," tegasnya.

"Pada momen itu, Kasad juga menyatakan bahwa TNI AD akan menambah personelnya untuk berinteraksi baik bilateral maupun multilateral, dalam bentuk latihan maupun pendidikan," tambahnya.

Sementara itu, dalam pertemuannya dengan Australian CDF, kata Candra, selain menyetujui rencana pertukaran pelatih, pengajar di Akmil Magelang dengan Royal Military College (RMC) Duntroon yang bersifat resiprokal, Kasad juga menyatakan akan menghadiri kegiatan IPACC dan IPAMS di Thailand yang diselenggarakan USARPAC dan AD Thailand.

"IPACC atau Indo-Pacific Chiefs of Army Conference, merupakan konferensi para pimpinan AD seluruh negara-negara Indo-Pasifik. Sedangkan  IPAMS atau Indo-Pacific Armies Management Seminar adalah seminar yang dihadiri para perwira senior (Pati) yang membahas tentang tema tertentu," pungkasnya.

Direncanakan kunjungan kerja Kasad beserta rombongan di Negeri Kanguru itu, akan berlangsung selama enam hari, yaitu mulai 16 sampai 21 Juli 2019. (Dispenad)

Pembangunan Gedung Karantina Pertanian Semarang Di Police Line, Wawan Sutian Bakal Layangkan Somasi

  Pembangunan Gedung Karantina Pertanian Semarang Di Police Line, Wawan Sutian Bakal Layangkan Somasi

INDONESIAOne.Id ■ Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang, drh. Wawan Sutian, M.Si bakal tuntut balik pihak oknum Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Jawa Tengah yang telah mem-police line pembangunan gedung pelayanan di Jl. Jenderal Sudirman Nomor 81 Semarang.

Menurutnya, police line yang dipasang pihak Krimsus Polda Jateng sangat tidak etis dan terkesan berpihakan atas aduan PT. Katama Surya Bumi.

“Ya, kami akan tuntut balik mereka, tindakan polisi-polisi itu sangat tidak etis, nggak ada surat pemberitahuan terlebih dahulu. Meski hanya di-police line delapan jam, tapi kami marasa tidak dihargai. Seharusnya mereka konfirmasi dulu dong, dan jangan seperti itu. Kami tegaskan bahwa pembangunan balai karantina itu sesuai prosedur,” kata Wawan melalui selulernya saat dihubungi media ini, Jum’at (19/7/2019).

Ia juga menjelaskan soal pengadaan tanah untuk pembangunan gedung sudah sejak lima tahun yang lalu, dan terbeli tahun 2018. Bahkan Wawan juga merinci soal pengadaan tanah itu telah mendapatkan pengawalan TP4D Kejati Jateng.

“Semua tidak ada masalah, dan kembali saya katakan pembangunan balai karantina ini sesuai prosedur. Jadi kalau mau di korek-korek silahkan saja, pada intinya kami menjalankan semuanya itu tidak ada aturan yang kami langgar,” papar Wawan.

Wawan juga menyebut cairnya anggaran memang di tahun 2019 meski pengajuan anggaran yang dimaksud pada tahun 2018 lalu.

“Begini ya, awalnya perencanaan itu kan konsultan perencana mengajukan pilihan pondasi dengan tiang pancang. Lalu kami meminta pendapat warga setempat, dan warga meminta agar pembangunan tidak menimbulkan kebisingan, hingga akhirnya kami kembali berhati-hati memilih konstruksi,” jelasnya.

Melalui keterangan Wawan, pihaknya ditawarkan konstruksi Jaring Rusuk Beton (JRB) Pasak Vertikal, dinilai sebagai penyempurnaan dari KSLL (Konstruksi Sarang Laba-Laba – red), konstruksi bangunan bawah yang holistik. Bahkan yang mengesankan adalah konstruksi ini dibuat oleh anak bangsa sendiri.

“Kami juga sangat berhati-hati dalam memilih aspek legal konstruksilah, karena konstruksi JRB Pasak Vertikal telah ada hak patennya, terdaftar kok hak patennya, dan ada nomor ID patennya juga,” ungkap Wawan.

Wawan juga menuding aduan PT. Katama Surya Bumi ke Krimsus Polda Jateng telah memunculkan permasalahan tersebut, karena PT tersebut telah mengklaim (mengaku-ngaku) sebagai pemilik Hak Paten JRB Pasak Vertikal, namun faktanya konstruksi JRB Pasak Vertikal ada penemunya dan masih hidup hingga sekarang. “Penemu sekaligus pemilik Hak Paten JRB Pasak Vertikal itu yang benar adalah Ir. Ryantori, beliau masih ada dan sehat, dan satu lagi Ir. Sutjipto yang sudah meninggal dunia,” ulas Wawan.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng akan periksa Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan gedung Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang di jalan Jenderal Sudirman No 81. Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jateng, Kombes Pol Hendra Suhartiyono membenarkan adanya aduan dari PT. Katama Surya Bumi terkait dugaan pelanggaran hak paten yang dilakukan oleh pelaksana proyek pembangunan gedung Balai Karantina Pertanian Semarang yaitu PT. JAI.

Bahkan Hendra Suhartiyono juga mengatakan hanya sebagian kontruksi memakai rusuk beton yang dikombinasikan dengan jaring laba-laba. Menurut Hendra penggunaan kontruksi tersebut juga harus ada izin dari pemilik hak patennya.

Dirinya juga menyebut tidak semua area dipasang police line. Hanya ada beberapa kontruksi yang dipasang police line. “Jadi masih tetap dibangunlah, dan tidak ada pemberhentian pembangunan,” ujar Hendra.

Dikatakannya, Polda Jateng masih akan mendatangkan ahli kontruksi dengan menggandeng Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Semarang untuk saksi ahli konstruksi, meski diakuinya belum ada penunjukkan dari Untag dan Unnes untuk saksi ahli. “Kami sudah bersurat ke mereka,” singkatnya. Hendra juga menyebut pada kasus tersebut terdapat unsur pidana. Hal ini tercantum pada pasal 161 UU Hak Paten.

Sementara pemilik Hak Paten JRB Pasak Vertikal, Ir. Ryantori membenarkan apa yang dikatakan Kepala Balai Karantina Pertanian Semarang, Wawan Sutian, bahwa dirinya (Ryantori – red) adalah penemu sekaligus pemilik hak paten yang dimaksud. Hal itu sesuai dengan surat Hak Paten terdaftar tahun 1979 Nomor 7191 (KSLL), dan Paten di tahun 2004 dengan ID No. 0 018 808 (perbaikan KSLL), lalu Paten tahun 2016, dengan ID No.043873 (Jaring Rusuk Beton Pasak Vertikal).

“Kami menyayangkan tindakan polisi yang tidak professional, harusnya polisi menjadi pengayom masyarakat, tapi ini tidak, langsung maen police line ajah,” kata Ryantori di Jakarta, Kamis (18/7/2019) malam.

Ryantori juga menyesalkan tidak adanya konfirmasi dari pihak terkait. Tindakan sembrono oknum polisi itu terlihat seakan-akan polisi menyudutkan dan langsung menuduh pihak Balai Karantina Pertanian Semarang maupun pelaksana konstruksinya dan pemilik hak paten bersalah.

“Saya katakan penemu dan pemilik Hak paten itu saya. Kan aneh… penemu kok dituduh menjiplak temuannya sendiri. Kembali saya pertegas ya, pemilik hak paten itu bukan punya PT. Katama Surya Bumi, justru PT itu yang mengklaim dan mengaku-ngaku pemilik hak paten milik saya,” tegas Ryantori.

Ryantori justru kembali pertanyakan kinerja kepolisian Polda Jawa Tengah atas tuduhan-tuduhan yang tidak mendasar terhadap pembangunan Balai Karantina Pertanian Semarang dan menuding dirinya sebagai pemilik hak Paten yang bersalah.

“Kalau yang dikatakan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jateng kan mengkasuskan atas aduan PT. Katama Surya Bumi atas konstruksi dan hak patennya. Bahkan polisi juga mengatakan terdapat unsur pidana pasal 161 UU Paten. Jadi, saya pribadi siap menjelaskan dan mengungkap kebenarannya, karena sayalah penemu dan pemilik hak paten itu. Lalu unsur pidana pasal 161 UU patennya dimana? Justru Polisi harus periksa kembali PT. Katama Surya Bumi yang sudah mengaku-ngaku sebagai pemilik hak Paten,” ujar Ryantori. (wl/rls)

Sabtu, 20 Juli 2019

Dampak Positif TMMD terhadap Kemajuan Daerah


INDONESIAOne.Id ■ TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 yang digelar oleh Kodam XII/Tpr di tiga wilayah yaitu Ketapang, Sintang dan Pangkalan Bun sudah memasuki hari kesembilan.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XII/Tpr, Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunthe, S.Sos menyampaikan pandanganya terkait pelaksanaan TMMD ke-105 tahun 2019.

Menurutnya pembangunan sasaran fisik dalam program TMMD ke - 105 kali ini berupa pembuatan jalan, pembuatan jembatan, perehaban tempat ibadah, pembuatan lapangan sepak bola dan penerangan lampu jalan, dengan harapan hasil pelaksanaan TMMD ke-105 akan membawa dampak positif bagi kemajuan daerah serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menjadi sasaran program TMMD.

Dengan adanya jalan dan jembatan yang dibuat akan sangat membantu masyarakat di lokasi TMMD yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, sehingga dapat membantu melakukan aktivitas bertani yang di mulai dari sejak tanam hingga pasca panen. Pembangunan jalan dan jembatan sangat vital serta diperlukan petani untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Meskipun hasil panen berlimpah tanpa adanya akses jalan yang baik, petani tidak akan bisa menikmati hasil panen dengan maksimal.

"Hanya dengan pembangunan infrastruktur yang baik, petani akan meningkat kesejahteraannya, serta saya meyakini bahwa TMMD kali ini mampu meningkatkan kesejahterakan masyarakat," ujar Kapendam XII/Tpr.

Lanjutnya, dengan perehaban tempat ibadah diharapkan dapat meningkatkan iman dan takwa masyarakat. Dengan adanya Sarana dan Prasarana ibadah yang baik, akan menjadikan masyarakat lebih semangat untuk beribadah.

Dengan meningkatnya iman dan takwa masyarakat akan mampu menghadapi problema dan tantangan dalam menjalani kehidupan modern yang semakin kompleks. Masyarakat akan terhindar dari hal-hal negatif akibat pengaruh dari budaya luar yang tidak baik.

Sedangkan dengan pembangunan lapangan sepak bola dapat memajukan olahraga di desa. Dengan adanya sarana lapangan yang baik tentunya akan meningkatkan minat masyarakat untuk berolahraga. Tidak hanya untuk berolahraga saja, lapangan tersebut juga dapat dijadikan sebagai pusat kegiatan masyarakat tentunya dalam kegiatan yang positif. Begitu juga dengan adanya lampu penerangan jalan, masyarakat dapat dengan mudah untuk melakukan aktivitas di malam hari.

"Kondisi jalan yang terang pada malam hari juga akan membantu meningkatkan keamanan lingkungan," katanya.

Senada dikatakan oleh Bupati Sintang Jarot Winarno, saat acara pembukaan TMMD beberapa waktu yang lalu, kegiatan TMMD ini bermakna sangat penting dan strategis, selain untuk membangun infrastruktur dan prasarana desa, juga dapat merekatkan hubungan serta silahturahmi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI), Pemerintah dan masyarakat.

Terpisah Kepala Desa Pangkut Bapak Guntur, S.H., sangat mendukung serta membantu mensukseskan program TMMD yang dilaksanakan di desanya. Dia mengakui secara geografis desanya cenderung terpencil atau jauh menuju pusat kota.

''Mudah-mudahan program ini berkesinambungan serta berkelanjutan, dengan harapan pembangunan jembatan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di masyarakat,'' ujarnya.

"Begitu besar manfaat yang akan diperoleh masyarakat dari pelaksanaan TMMD. Oleh karena itu program TMMD masih sangat diperlukan untuk mengakselerasi pembangunan di desa. Program TMMD dari TNI sejalan dengan program dari pemerintah yaitu membangun dari pinggiran," pungkas Kapendam XII/Tpr (Pendam XII/Tpr)

Usut Kasus Korupsi Kepala Daerah, KPK Jangan Masuk Angin


Dengan  ditetapkannya dua kepala daerah di Riau yaitu Zul As dari Kota Dumai dan Amril Mukminin dari Kabupaten Bengkalis, menjadi preseden buruk bagi bumi Lancang Kuning. Dan tentunya ini akan membuat Marwah Provinsi Riau menjadi buruk di mata nasional. Apalagi sebelumnya Riau telah menghasilkan hattrick gubernur yang terlibat korupsi.

Sangat memprihatinkan. Jumlah kepala daerah terjerat kasus korupsi terus meningkat. Bahkan jumlahnya sudah mencapai ratusan orang. Walaupun sudah banyak yang ditangkap KPK, namun ternyata tak membuat para kepala daerah berhenti ‘menilep' uang rakyat.

Meski sudah ratusan yang ditangkap dan dijebloskan ke penjara, tetap saja para kepala daerah (gubernur, bupati, walikota dan wakil-wakilnya) masih nekad melakukan tindak pidana korupsi. Publik tentu mengutuk kepala daerah yang tega melakukan perbuatan amoral tersebut.

Disisi lain, tindakan penanganan KPK ternyata tak membuat kepala daerah dan pejabat negara lainnya kapok menerima suap, melakukan tindak pidana korupsi. Seakan-akan mereka tidak ada takutnya masuk penjara.

Apakah yang terjadi sehingga para kepala daerah melakukan pelanggaran hukum? Apalagi jumlahnya sangat banyak. Dan disaat KPK terus memberantas kasus korupsi, disaat itu pula para kepala daerah dengan ganasnya 'menilep' uang rakyat. Seakan tidak ada rasa malu dan rasa takut melakukan itu semua.

Untuk mencegah korupsi, sudah saatnya para kepala daerah koruptor diberikan hukuman maksimal, 20 tahun. Selain itu hak politiknya harus dicabut. Pencabutan hak politik ini merupakan instrumen yang bisa dipakai sebagai salah satu upaya memberikan efek jera.

Selain itu, hakim perlu memiskinkan para koruptor. Dengan memaksimalkan perampasan aset dan pengembalian kerugian negara. Juga mendorong agar pasal pencucian uang juga diterapkan terhadap kepala daerah yang melakukan korupsi.

Kita tentu saja miris dengan korupsi yang terjadi di negeri ini. Mulai dari yang kecil-kecil, recehan, sampai korupsi massal atau korupsi berjamaah.

Terkait dengan status tersangka dua kepala daerah di Riau, langkah penyidik KPK yang belum menahan tersangka yang dituduh terlibat korupsi seperti tindakan "penyanderaan".

Kami apresiasi kepada KPK dan perlu
mengingatkan penyidik KPK harus mengedepankan kehati-hatian saat menetapkan status tersangka kasus korupsi. Sehingga tidak menimbulkan tuduhan lembaga anti rasuah tersebut masuk angin. Ini semua dilakukan agar tidak ada kecurigaan masyarakat terhadap kinerja KPK dalam menangani perkara korupsi.

 Opini : Didik Arianto

Jumat, 19 Juli 2019

Persit KCK Cabang XL Kodim 0833 01 Klojen Gelar Pengajian Rutin


INDONESIAOne.Id ■ Ketua Persit KCK Cabang XL Kodim 0833 Tommy Dahlia, beserta ibu-ibu persit menyelenggarakan kegiatan rutin yaitu pengajian dan pembacaan surat yasin, bertempat di Aula Koramil 0833/01 Klojen, jalan Kahuripan nomor 7A, Kelurahan Klojen, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Kamis (18/7/2019) sore.

Dalam kegiatan rutin dua minggu sekali ini Persit Cabang XL Kodim 0833 tidak hanya menggelar pengajian dan pembacaan surat yasin, namun juga tausiah oleh KH. Mumammad Nursalim dari FKUB Kota Malang.

Dikatakan, sekira pukul 15.30 Wib sebanyak 70 orang mulai berkumpul guna mengikuti pengajian dengan tema “Meningkatkan keimanan dan menjalin keluarga yang sakinah mawadah dan warohmah”.
     
KH. Mumammad Nursalim dalam tausiahnya menerangkan, “setiap pasangan yang sudah menjalin sebuah hubungan tentu ingin lebih menguatkan hubungan itu dengan diikat dalam sebuah perkawinan. Dalam perkawinan juga tentunya memiliki tujuan yang jelas yakni membentuk keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah. Keluarga yang seperti inilah yang selalu diinginkan setiap pasangan usai menikah,” paparnya.

BACA JUGA: Manajemen Masjid Seharusnya Lebih Baik dari Manajemen RT 

Sementara itu, Ketua Persit KCK Cabang XL Kodim 0833 menghimbau, anggota Persit untuk tetap menjaga hubungan baik, saling memahami dan menghargai serta mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar dalam menjalani kehidupan selalu sabar dan taqwa.

“Ciptakanlah suasana yang harmonis dalam kehidupan sehari-hari, selalu memberi motivasi diri dan keluarga untuk menjadi yang terbaik, sehingga pada diri kita akan tercipta prilaku dan sifat yang beriman,” harapnya.

BACA JUGA:  Wanita Itu Istimewa 

“Pengajian ini digelar selain memperkokoh keimanan dan ketaqwaan, juga memberikan motivasi untuk ibu-ibu persit agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang dapat merusak hubungan keluarga,” tutup Ketua Persit KCK Cabang XL Kodim 0833.

Turut hadir pada acara ini Danramil Klojen Kapten Inf Sunarko, KH. Mumammad Nursalim dari FKUB Kota Malang. Ketua Persit Cabang XL Kodim 0833 Tommy Dahlia, Ketua Ranting I sampai dengan V, beserta jajaran Kodim 0833, pengurus  dan anggota. (rls)



Usai Latihan Menyelam, Kapolda Bali Pimpin Bersih-bersih Sampah Plastik di Pulau Menjangan

 Usai Latihan Menyelam, Kapolda Bali Pimpin Bersih-bersih Sampah Plastik di Pulau Menjangan

INDONESIAOne.Id ■ Menjaga alam merupakan satu konsep yang diwarisi orang Bali sesuai ajaran Tri Hita Karana. Konsep Tri Hita Karana inilah yang diterapkan Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose sejak menjabat sebagai Kapolda Bali.

Ia menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan alam lingkungannya (Palemahan), yaitu dengan memimpin aksi bersih-bersih sampah plastik di sekitar Pulau Menjangan, Buleleng, Jumat (12/7/2019).

Kapolda mengajak puluhan anggota Polri yang telah selesai melaksanakan latihan menyelam agar memungut sampah plastik, puntung rokok dan sampah lainnya. Kemudian sampah-sampah tersebut dikumpulkan jadi satu lalu dibawa ke Pulau Bali untuk dibuang pada tempatnya.

“Sampah plastik menjadi permasalahan krusial yang harus menjadi perhatian dan tindakan nyata semua pihak elemen masyarakat. Ini sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk memperhatikan dan memerangi bahaya yang ditimbulkan sampah plastik,” kata Kapolda Bali.

Selain itu, apa yang dilakukannya juga merupakan implementasi dari Peraturan Gubernur Nomor 97 Tahun 2018 terkait pembatasan timbunan sampah plastik sekali pakai. Menjaga alam merupakan tugas dan kewajiban setiap orang. Tugas itu dimulai dari diri sendiri dengan melakukan hal yang paling sederhana dengan membuang sampah pada tempatnya dan membersihkan lingkungan sekitar.

“Mudah-mudahan apa yang kami lakukan memantik kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik dan menjaga lingkungan sekitar bebas dari sampah plastik, terlebih di areal tempat ibadah dan tempat wisata,” harapnya.

■ Made Asnawa

Pecahkan Guinness World Record, Tim Selam Polda Bali Menyelam Gandengan Tangan Dikedalaman 10 Meter


INDONESIAOne.Id ■ Tahun 2019 merupakan kali kedua Tim Selam Polda Bali (Diver Squad Bali Police) berangkat ke Manado, Sulawesi Utara memecahkan rekor menyelam.

Sebelumnya, Agustus tahun lalu, Tim Selam Polda Bali ikut berpartisipasi memecahkan rekor MURI di kawasan Megamas, Manado, Sulawesi Utara.

Kemudian pada tanggal 3 Agustus mendatang, Wanita Selam Indonesia (WASI) kembali menggelar kegiatan serupa, tetapi kali ini memecahkan rekor dunia yang akan tercatat di buku Guinness World Record. WASI merencanakan bakal ada total 3000 penyelam terdiri dari pria dan wanita.

Sebelum menjalani pemecahan rekor, Tim Selam Polda Bali sudah melakukan persiapan dengan mencoba beberapa spot diving yang ada di Bali, salah satunya adalah di laut Pulau Menjangan dari tanggal 11-12 Juli 2019.

Di hari kedua, Tim Selam Polda Bali melaksanakan latihan simulasi sesuai dengan apa yang akan dilakukan di Manado nanti. Kegiatan diawali dengan briefing, yel-yel, pengecekan dan pemasangan alat selam secara tahap per tahap dimasing-masing peserta. Lalu mereka menyelam dikedalaman 10 meter dengan melaksanakan sikap berlutut dan tangan saling bergandengan.

Latihan menyelam dipimpin langsung Kapolda Bali, Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Bali, Ny. Barbara Golose dan Direktur Polairud Polda Bali, Kombes Pol. Hadi Purnomo, S.H., M.H.

Selain itu, kegiatan menyelam juga diikuti Kabag Binkar Biro SDM Polda Bali, AKBP M. Samsu Arifin, S.I.K., M.H., Koorspripim Polda Bali AKBP Bima Aria Viyasa, S.I.K., M.H., Karumkit Bhayangkara Denpasar AKBP dr. I Gusti Agung Ayu Diah Yamini Darsika, Sp. THT-KL dan Kasubbagmutjab Bagbinkar Biro SDM Polda Bali, Kompol Michael R. Risakotta, S.H., S.I.K.

Koorspripim Polda Bali, AKBP Bima Aria Viyasa, S.I.K., M.H. selaku Koordinator Penyelam (Dive Master) saat memberikan briefing, meminta kepada para peserta untuk tidak underestimate terhadap kegiatan menyelam. “Kegiatan menyelam sangat berbahaya dan jangan menganggap remeh. Pastikan sebelum menyelam keamanan alat sudah terpasang dengan baik,” ucapnya.

Perwira melati dua di pundak menjelaskan bahwa hambatan terberat saat menyelam adalah ketika masuk ke dalam air. Para peserta akan kaget begitu masuk ke dalam air karena tersapu oleh arus.

“Para peserta tidak boleh panik jika tersapu arus air laut. Tetap tenang karena nanti ada dive master yang akan mendampingi, jadi ikuti saja petunjuk instruktur,” terang AKBP Bima Aria Viyasa, S.I.K., M.H.

Salah satu peserta pelatihan, Bripda I Gusti Agung Raditya Rarasati Widyaningrum saat dikonfirmasi mengaku bangga dan senang karena bisa mengharumkan nama Polda Bali dan Indonesia diajang pemecahan rekor dunia. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Bali yang mau datang langsung memberikan support, mengawasi, medampingi dan memimpin kegiatan latihan ini.

“Bapak Kapolda Bali memang luar biasa. Beliau mau turun ke lapangan ikut merasakan keringat anggota dengan datang ke lokasi diving. Pelatihan ini sangat penting untuk mengetahui kesiapan mental dan fisik para peserta saat di dalam laut karena yang berangkat ke Manado adalah orang yang sudah memiliki diving license,” kata Polwan yang bertugas di Sat Brimob Polda Bali
Wanita yang akrab disapa Raras ini berharap peserta pemecahan rekor dunia ini bisa lebih ramai dari tahun lalu. Dengan menunjukkan para penyelam wanita Indonesia ini, diharapkan akan berdampak pada kunjungan wisatawan asing yang datang ke Indonesia termasuk Bali.

“Kami mohon doa semoga kegiatan dapat berjalan lancar, tanpa ada hambatan dan sesuai yang diharapkan. Kami akan melakukan semaksimal mungkin agar menjadi yang terbaik,” harap Bripda Raras.

■ Made Asnawa

Kejati Tegaskan Arih Wira Suranta Bukan Jaksa di Bali Lagi


INDONESIAOne.Id ■ Sebelumnya beredar kabar ada pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memeriksa seorang jaksa dari Kejati Bali.

Kejati menegaskan jika jaksa yang bersangkutan bukan jaksa di Bali, namun sudah dipindah sebelum adanya pemeriksaan oleh KPK.

"Jadi pada saat dilakukan pemanggilan pemeriksaan sebagai saksi di KPK, yang bersangkutan statusnya sudah menjadi Jaksa Agung Muda pada jaksa agung muda pengawasan di Kejagung," kata Asistenintelijen Kejati Bali, Eko Hening Wardono, SH meluruskan pemberitaan mengenai pemanggilan jaksa dari Bali, Rabu (17/7).

Jaksa yang diperiksa ini adalah Arih Wira Suranta. Menurutnya, yang bersangkutan sudah dipindahkan jauh hari sebelumnya dari Kejaksaan Gianyar pada 3 Juli 2019 ke Kejagung.

Pemindahan ini berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung nomor 328c.4.07/2019 tanggal 3 Juli 2019.

"Bahwa jaksa atas nama Arih Wira Suranta, sudah dipindahkan sebagai jaksa personal pada Jaksa Agung Muda Pengawasan jaksa agung RI," tegasnya.

Hal ini berdasarkan surat perintah dari Kajari Gianyar nomor 0717/N.1715/07/2019 memerintahkan kepada yang bersangkutan pada tanggal 12 Juli 2019.

"Jadi statusnya sudah di Kejagung," paparnya.

Sebelumnya Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil  Arih Wira Suranta terkait perkara kasus suap yang ditangani oleh Kejati DKI Jakarta yang sedang menangani perkara.

Seperti diketahui, Ada sekitar 4 pos strategis yang berganti pejabat dalam mutasi di Kejaksaan Tinggi Bali, Rabu (17/7). Pejabat baru ini berasal dari sejumlah kejaksaan di daerah dan juga dari Kejaksaan Agung RI. Bahkan ada yang dari KPK juga.

Berikut nama-namanya Pejabat lama dan baru : Wakajati Bali Yudi Handono, SH.MH yang dipromosikan menjadi Wakajati DKI Jakarta dan pejabat baru Agnes Triani, SH. MH yang sebelumnya menjabat sebagai Koordinator pada Jampidsus Kejagung RI.

Kemudian Asdatun Kejati Bali I Dewa Gede Wirajana,SH. MH dipromosikan ke Kasubdit pada Jamintel Kejaksaan Agung RI dan Pejabat Baru Andi Fahrudin, SH.MH yg sebelumnya menjabat sebagai Kajari Kolaka Sulawesi Tenggara.

Aspidum Hasan Kunia,SH sebagai fungsional dan pejabat baru Subroto,SH. MH yang sebelumnya menjabat sebagai Kajari Ngasem Kediri Jawa Timur.

Koordinator Kejati Bali Helena Octavianus,SH.MH dipromosikan menjadi Kajari  Bangka Barat di Muntok dan pejabat baru Rini Triningsih,SH.M.Hum yang sebelumnya jaksa fungsional di KPK.

Koordinator Kejati Bali Irwan Setiawan Wahyuadi,SH.MH yang dipromosikan sebagai Kajari Selong NTB dan pejabat baru Dody Ardohar Jay Sinaga, SH.MH yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubag Tata persuratan pada Ses Jampidsus.

■ Made Asnawa

Kapolrestabes Medan Ajak Jajarannya Menebar Kebaikan Dengan Sholat Subuh Berjamaah

Kapolrestabes Medan Ajak Jajarannya Menebar Kebaikan Dengan Sholat Subuh Berjamaah

INDONESIAOne.Id ■ Wakapolsek Medan Helvetia.Akp.Zulkifli Harahap.SH dan Panit 2 Reskrim Iptu.S.Usman.Nasution.SH serta beberapa personil Polsek Medan Helvetia, menyambut kedatangan Kapolrestabes Medan Kombes Pol.Dr.Dadang Hartanto.SH.SIK.MSi guna melaksanakan Sholat Subuh berjamaah.

Giat ini bagian dari menyapa jamaah yang hadir dalam Subuh berjamaah di Masjid At Taubah, kelurahan Cinta Damai, kecamatan Medan Helvetia.

Selain petinggi Polri tampak dalam giat ini BKM At Taubah Medan, Tokoh masyarakat, Tokoh agama, Personil Polsek Helvetia serta jamaah masjid At Taubah yang melaksanakan sholat Subuh.

Kegiatan ini diawali temu ramah dengan pengurus BKM At Taubah, Sholat Subuh berjamaah yang bertindak sebagai imam Ustadz Syafruddin Lubis.

BACA JUGA:  Why Must Be Special in Shalat? 

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto, SH,SIK,MSi mengatakan kegiatan Sholat Subuh ini semata-mata untuk ibadah dengan mendekatkan diri kepada Allah swt.

"Program Kami memakmurkan masjid yaitu Sholat Subuh berjamaah, magrib mengaji dan jum'at Barokah. Ini serentak dilaksanakan setiap hari di jajaran polrestabes Medan," ujarnya, hari ini, Jumat, 19 Juli 2019.

Tentu saja yang utama untuk mendapatkan Ridho Allah Swt, serta dalam kesempatan ini bisa bersilaturahim kepada masyarakat guna menyampaikan informasi yang berkembang saat ini.

BACA JUGA : Meluruskan Pengelolaan Infaq dan Kas Masjid Hari Ini.. 

Dadang menambahkan, Sholat subuh berjamaah bagi kepolisian bertujuan ingin membangun personel yang memiliki keimanan dan ketaqwaan yang kuat sehingga dalam pelaksanaan tugas dapat terkontrol dengan baik yaitu melayani masyarakat dan menjadi contoh suri tauladan serta menjadi tokoh dimasyarakat.

"Dengan memakmurkan masjid agar semakin banyak yang datang ke masjid dengan harapan berjuang menebar kebaikan dan bersilaturahmi dengan masyarakat," imbuh Kapolrestabes.

■ Darmawan Jr 

FKDB: Pupuk Batubara Cocok Digunakan Daerah Tandus


INDONESIAOne.Id ■  Pupuk batubara sangat cocok digunakan petani di daerah yang memiliki tanah yang tandus dan gersang. Karena, dengan kandungan karbon dan unsur lainnya pupuk batubara ini memiliki kemampuan untuk memperbaiki struktur tanah.

"Sangat dianjurkan untuk penggunaan pupuk batubara ini di wilayah yang tanahnya tandus," demikian dikatakan Ketua umum Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) H Ayep Zaki Kamis (18/7/2019) di Jakarta.

Menurut Zaki, pupuk batubara memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan urea maupun organik. Pupuk batubara, lanjutnya, mengandung unsur C organik yang sangat tinggi. Sehingga, kata dia, sangat diperlukan untuk menambah kesuburan tanah

"Pupuk batubara juga serta mengandung unsur hara mikro dan makro yang sangat lengkap," tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan Zaki, pupuk batubara sangat bermanfaat bagi tanaman sayur, buah maupun palawija. Kata Zaki, dengan menggunakan pupuk batubara untuk tanaman buah, sayuran dan palawija akan meningkatkan produksi panen baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya.

"Karenakan hampir semua unsur hara yang dibutuhkan tanaman terkandung dalam pupuk batubara," urainya.

Zaki mengungkapkan alasan mengapa petani harus beralih memakai pupuk batubara. Dengan menggunakan pupuk batubara, masih menurutnya, disamping hasil panen langsung meningkat.

"Pupuk batubara mampu memperbaiki alih struktur tanah menjadi meningkat kesuburannya dari musim ke musim," pungkasnya.
© Copyright 2017 INDONESIA One | All Right Reserved